PENGARUH SUKU BUNGA DAN INFLASI TERHADAP NILAI TUKAR RUPIAH DI BANK INDONESIA PADA PERIODE 2015-2024

Penulis

  • Syalwa Dwi Guna Universitas Pamulang
  • Sentiya Minola Universitas Pamulang
  • Seni Melina Paujiah Universitas Pamulang
  • Andina Nuraini Universitas Pamulang
  • Mayla Fajar Azalia Universitas Pamulang

Kata Kunci:

Suku Bunga, Inflasi, Kurs Rupiah

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suku bunga dan inflasi terhadap nilai tukar rupiah di Bank Indonesia selama periode 2015–2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda, di mana data sekunder diperoleh dari publikasi resmi Bank Indonesia dan Badan Pusat Statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik suku bunga maupun inflasi tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Secara parsial, inflasi memiliki hubungan negatif sedangkan suku bunga menunjukkan hubungan positif terhadap nilai tukar, namun keduanya tidak cukup kuat secara statistik. Secara simultan, kedua variabel tersebut hanya mampu menjelaskan variasi nilai tukar sebesar 9,9%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, arus modal asing, dan kebijakan moneter negara-negara maju. Temuan ini menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah tidak hanya bergantung pada faktor domestik, tetapi juga pada dinamika ekonomi internasional. Oleh karena itu, koordinasi kebijakan antara sektor moneter, fiskal, dan perdagangan perlu diperkuat agar stabilitas nilai tukar rupiah dapat dipertahankan dengan lebih baik dalam jangka panjang.

This study aims to analyze the influence of interest rates and inflation on the rupiah exchange rate at Bank Indonesia during the period 2015–2024. The method used is a quantitative approach with multiple linear regression analysis, where secondary data is obtained from official publications of Bank Indonesia and the Central Statistics Agency. The results of the study show that neither the interest rate nor inflation have a significant effect on the movement of the rupiah exchange rate against the United States dollar. Partially, inflation has a negative relationship direction while interest rates show a positive relationship to the exchange rate, but neither is statistically strong enough. Simultaneously, both variables were only able to explain the exchange rate variation of 9.9%, while the rest were influenced by external factors such as global economic conditions, foreign capital flows, and monetary policies of developed countries. This finding confirms that the stability of the rupiah exchange rate does not only depend on domestic factors, but also on international economic dynamics. Therefore, policy coordination between the monetary, fiscal, and trade sectors needs to be strengthened so that the stability of the rupiah exchange rate can be better maintained in the long term.

 

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30