IMPLEMENTASI LEADERSHIP DAN ETIKA BISNIS BAGI KARYAWAN DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN NASABAH PADA BMT RIZQONA JOMBANG
Kata Kunci:
Leadership, Etika Bisnis, Kepuasan NasabahAbstrak
Baitul Maal wat Tamwil (BMT) sebagai lembaga keuangan mikro syariah memerlukan kepemimpinan dan etika bisnis yang kuat, karena Penerapan keduanya berpengaruh terhadap kinerja karyawan, kualitas pelayanan, dan kepuasan nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kepemimpinan dan etika bisnis pada karyawan dalam meningkatkan kepuasan nasabah pada BMT Rizqona Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Subjek penelitian dipilih secara purposive, melibatkan pimpinan dan karyawan BMT Rizqona Jombang. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan model Miles dan Huberman, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa. 1) kepemimpinan di BMT Rizqona Jombang diterapkan secara demokratis dan partisipatif, dengan rapat anggota sebagai otoritas tertinggi serta pengawasan berjenjang yang mendorong transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi aktif untuk mencapai tujuan lembaga. 2) Etika bisnis Islam diterapkan secara konsisten, meliputi kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan kepatuhan syariah, didukung oleh pimpinan sebagai teladan serta sistem penghargaan dan sanksi, yang dijalankan melalui akad halal, pengawasan Dewan Pengawas Syariah, serta pelatihan dan evaluasi internal. 3) Implikasi dari penerapan leadership dan etika bisnis ini tercermin pada kepuasan nasabah melalui layanan yang transparan, ramah, dan berkualitas, memanfaatkan teknologi dan komunikasi terbuka. Hasilnya, nasabah merasa aman, dihargai, loyal, dan merekomendasikan BMT Rizqona sebagai lembaga keuangan syariah profesional dan terpercaya. Untuk penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain, menggunakan metode kuantitatif atau campuran, serta memperluas objek penelitian agar hasil lebih komprehensif dan dapat digeneralisasikan.
Baitul Maal wat Tamwil (BMT), as a sharia microfinance institution, requires strong leadership and business ethics because their implementation impacts employee performance, service quality, and customer satisfaction. This study aims to analyze the implementation of leadership and business ethics among employees in increasing customer satisfaction at BMT Rizqona Jombang. This study used a qualitative approach with data collection techniques through observation, semi-structured interviews, and documentation. The research subjects were selected purposively, involving the leaders and employees of BMT Rizqona Jombang. Data analysis was conducted descriptively using the Miles and Huberman model, and its validity was tested through triangulation of sources, techniques, and time. The results of this study indicate that 1) leadership at BMT Rizqona Jombang is implemented democratically and participatively, with member meetings as the highest authority and hierarchical supervision that encourages transparency, accountability, and active participation to achieve the institution's goals. 2) Islamic business ethics are consistently implemented, including honesty, fairness, responsibility, and sharia compliance, supported by leaders as role models and a system of rewards and sanctions. The combination of effective leadership and ethical practices enhances employee professionalism, strengthens customer trust, and creates a harmonious work environment. 3) The implications of the implementation of leadership and business ethics are reflected in customer satisfaction through transparent, friendly, and quality services, utilizing technology and open communication. As a result, customers feel safe, valued, loyal, and recommend BMT Rizqona as a professional and trusted Islamic financial institution. For further research, it is recommended to add other variables, use quantitative or mixed methods, and expand the research object so that the results are more comprehensive and generalizable.




