PENGARUH WORKING CAPITAL MANAGEMENT DAN CAPITAL STRUCTURE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN RISIKO BISNIS SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SUBSEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN YANG TERDAFTAR DIBURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2021-2025
Kata Kunci:
Working Capital Management, Capital Structure, Risiko Bisnis, Kinerja KeuanganAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Working Capital Management (WCM) dan Capital Structure (CS) terhadap Kinerja Keuangan dengan Risiko Bisnis sebagai variabel intervening pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021–2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sehingga diperoleh 22 perusahaan sebagai sampel penelitian dengan jumlah 110 observasi selama periode penelitian. Metode analisis data menggunakan analisis regresi berganda, analisis jalur (path analysis), serta pengujian hipotesis dengan bantuan aplikasi SPSS versi 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Working Capital Management berpengaruh positif dan signifikan terhadap Risiko Bisnis, sedangkan Capital Structure juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Risiko Bisnis. Selanjutnya, Working Capital Management tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan, sedangkan Capital Structure berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Selain itu, Risiko Bisnis berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Secara simultan, Working Capital Management, Capital Structure, dan Risiko Bisnis berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan perusahaan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan struktur modal dan pengendalian risiko bisnis merupakan faktor penting dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan, sementara efektivitas pengelolaan modal kerja belum mampu memberikan pengaruh langsung terhadap peningkatan kinerja keuangan pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman selama periode penelitian.
This study aims to analyze the influence of Working Capital Management (WCM) and Capital Structure (CS) on Financial Performance with Business Risk as intervening variables in manufacturing companies in the food and beverage subsector listed on the Indonesia Stock Exchange for the period 2021–2025. This study uses a quantitative approach with secondary data obtained from the company's financial statements published through the Indonesia Stock Exchange. The sampling technique used purposive sampling, so that 22 companies were obtained as research samples with a total of 110 observations during the research period. The data analysis method uses multiple regression analysis, path analysis, and hypothesis testing with the help of the SPSS application version 23. The results of the study show that Working Capital Management has a positive and significant effect on Business Risk, while Capital Structure also has a positive and significant effect on Business Risk. Furthermore, Working Capital Management does not have a significant effect on Financial Performance, while Capital Structure has a significant effect on Financial Performance. In addition, Business Risk has a positive and significant effect on Financial Performance. Simultaneously, Working Capital Management, Capital Structure, and Business Risk have a significant effect on the company's Financial Performance. The findings of this study show that the management of capital structure and business risk control are important factors in improving the financial performance of companies, while the effectiveness of working capital management has not been able to have a direct influence on the improvement of financial performance in manufacturing companies in the food and beverage subsector during the study period.



