ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN KAMPUNG WISATA:

Studi Kasus Edukasi Ikan Lele Di Satupam Tangerang Selatan

Penulis

  • Ricky Deo Volento Gultom Pradita University
  • Johann W. H. Prawiro Pradita University

Kata Kunci:

Wisata Edukasi, Pengembangan, Konsep 3A, Kampung Wisata Satupam

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pengembangan atraksi wisata edukasi ikan lele di Kampung Wisata Satupam, Tangerang Selatan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya minat terhadap wisata berbasis edukasi yang tidak hanya berorientasi pada rekreasi, tetapi juga pembelajaran, pelestarian sumber daya lokal, dan pemberdayaan masyarakat sebagai pelaku utama kegiatan wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara interaktif melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan yang menghasilkan temuan empiris mengenai kondisi aktual pengelolaan atraksi edukasi di Satupam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraksi edukasi lele di Satupam telah mencakup seluruh tahapan budidaya mulai dari pembenihan, pembesaran, hingga pengolahan hasil panen serta pelatihan pembuatan pakan alternatif. Berdasarkan analisis teori 3A, aspek atraksi menjadi kekuatan utama, sedangkan aksesibilitas dan amenitas masih perlu ditingkatkan agar mendukung kenyamanan dan kemudahan wisatawan. Melalui model pengembangan 4D, ditemukan bahwa proses pengembangan telah berjalan dalam bentuk identifikasi potensi, penyusunan rancangan kegiatan edukatif, peningkatan kapasitas pelaku wisata, dan promosi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kampung Wisata Satupam memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata edukasi yang berkelanjutan, dengan arah pengembangan yang menekankan pada struktur kurikulum edukatif, peningkatan fasilitas, dan penguatan kapasitas masyarakat secara holistik.

This study aims to analyze the development potential of catfish educational tourism attractions in Satupam Tourism Village, South Tangerang. The research is motivated by the growing attention toward educational-based tourism that emphasizes not only recreation but also learning, local resource preservation, and community empowerment as core elements of sustainable tourism. The study adopts a qualitative descriptive approach with data collected through in-depth interviews, field observations, and documentation. Data were analyzed interactively through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing, producing empirical findings on the actual management of educational attractions in Satupam. The results show that catfish educational activities encompass the entire cultivation cycle, including seed selection, feeding, harvesting, post-harvest processing, and training in alternative feed production. Based on the 3A concept analysis, attraction serves as the main strength, while accessibility and amenities still need improvement to enhance visitor comfort and accessibility. Applying the 4D development model, the study identifies ongoing efforts in potential identification, educational design formulation, community capacity building, and digital promotion. This research concludes that Satupam Tourism Village holds substantial potential to develop as a sustainable educational tourism destination, with development directions emphasizing structured learning programs, facility improvement, and comprehensive community capacity enhancement.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-30