PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM PEMBENTUKAN SOLIDARITAS SOSIAL PADA KOMUNITAS YOGA TERTAWA BHM BONA

Penulis

  • I Gusti Ayu Agung Shinta Maharani Universitas Pendidikan Nasional
  • Anak Agung Istri Agung Maheswari Universitas Pendidikan Nasional
  • Paskalis Romanus Langgu Universitas Pendidikan Nasional

Kata Kunci:

Komunikasi Interpersonal, Solidaritas Sosial, Yoga Tertawa, Komunitas, FIRO

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran komunikasi interpersonal dalam membangun solidaritas sosial pada Komunitas Yoga Tertawa BHM Bona. Lahir dari kebutuhan masyarakat modern akan hubungan sosial yang bermakna serta dukungan emosional, komunitas ini berkembang sebagai ruang interaksi yang menekankan empati, keterbukaan, dan kehangatan dalam komunikasi antaranggotanya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memahami bagaimana komunikasi verbal dan nonverbal memperkuat ikatan sosial. Temuan menunjukkan bahwa interaksi spontan, tawa bersama, sapaan hangat, serta dukungan emosional menjadi elemen penting dalam membangun kelekatan sosial, diperkuat oleh kegiatan kolektif seperti tirta yatra, bakti sosial, dan aktivitas rutin lainnya. Analisis menggunakan teori FIRO mengungkap bahwa pemenuhan kebutuhan inclusion, control, dan affection berperan signifikan dalam menciptakan solidaritas sosial yang berkelanjutan di dalam komunitas.

This study aims to explain the role of interpersonal communication in building social solidarity within the BHM Bona Laughter Yoga Community. Emerging from the modern need for meaningful social connections and emotional support, this community provides a space where empathy, openness, and warm interactions shape the members’ relationships. Using a qualitative case study approach through interviews, observations, and documentation, this research examines how verbal and nonverbal communication reinforces social bonds. The findings indicate that spontaneous interactions, shared laughter, warm greetings, and emotional support are essential in fostering closeness, further strengthened by collective activities such as tirta yatra, social service, and routine gatherings. Analysis using FIRO theory reveals that fulfilling the needs for inclusion, control, and affection plays a significant role in maintaining long-term social solidarity within the community.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30