INTERVENSI BIMBINGAN DAN KONSELING TERHADAP PENERIMAAN DIRI DAN PENGELOLAAN EMOSI PADA SISWA FATHERLESS

Penulis

  • Dwi Rahmadani Indra Universitas Riau
  • Viona Nursepti Triaswati Universitas Riau
  • Nur Laila Habibah Ahmad Universitas Riau
  • Uthia Tri Andani Universitas Riau

Kata Kunci:

Fatherless, Konseling Individual, Regulasi Emosi, Studi Kasus, Dinamika Keluarga

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengalaman emosional konseli yang mengalami kondisi fatherless serta peran konseling individual dalam membantu proses penerimaan diri. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk memahami secara mendalam dinamika psikologis konseli. Proses intervensi dilakukan melalui tiga tahap layanan, yaitu bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, dan konseling individual tatap muka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseli mengalami beban emosional berupa kehilangan figur ayah, rendahnya rasa aman, serta kesulitan dalam memahami bentuk kasih sayang yang sehat. Setelah mengikuti rangkaian layanan, konseli menunjukkan peningkatan regulasi emosi, pemahaman diri, serta kematangan dalam menerima kondisi keluarganya. Konseling individual terbukti berperan signifikan dalam membantu konseli membangun perspektif baru yang lebih adaptif dan positif terhadap pengalaman fatherless.

This study aims to describe the emotional experiences of a counselee living in a fatherless condition and to explore the role of individual counseling in supporting the counselee’s process of self-acceptance. A qualitative approach with a case study design was used to gain an in-depth understanding of the counselee’s psychological dynamics. The intervention consisted of three stages: classical guidance, group counseling, and face-to-face individual counseling. The findings reveal that the counselee experienced emotional distress, including the loss of a father figure, low sense of security, and difficulties in understanding healthy expressions of affection. After completing the counseling sessions, the counselee showed improved emotional regulation, enhanced self-understanding, and greater readiness to accept their family situation. Individual counseling played a significant role in helping the counselee develop a more adaptive and positive perspective toward their fatherless experience.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30