GAMBARAN UMUM DISTORSI KOGNITIF PADA DEWASA AWAL YANG MENGALAMI ADIKSI JUDI ONLINE

Penulis

  • Haifa Humaira Khansa Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Dewang Sulistiana Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Feida Noorlaila Isti’adah Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Kata Kunci:

distorsi kognitif, adiksi judi online, dewasa awal

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk distorsi kognitif pada dewasa awal yang mengalami adiksi judi online serta memahami bagaimana pola pikir irasional tersebut memengaruhi dan mempertahankan perilaku adiktif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal dan melibatkan tiga narasumber utama serta tiga informan pendukung. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Proses analisis dibantu dengan perangkat lunak NVivo untuk pengkodean tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh partisipan menampilkan berbagai distorsi kognitif yang berperan signifikan dalam mempertahankan adiksi judi online, antara lain all-or-nothing thinking, overgeneralization, mental filter, jumping to conclusions, emotional reasoning, should statements, labeling, dan personalization. Distorsi ini membuat individu menafsirkan peluang, kontrol, dan hasil permainan secara keliru sehingga memperkuat dorongan untuk terus berjudi meskipun menghadapi dampak negatif secara finansial, emosional, maupun sosial. Selain itu, distorsi kognitif turut memengaruhi konsep diri, memicu perilaku kompulsif, dan memperburuk konflik dengan lingkungan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa distorsi kognitif merupakan mekanisme psikologis utama yang mempertahankan adiksi judi online pada dewasa awal. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi layanan bimbingan dan konseling, khususnya dalam pengembangan intervensi berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT) untuk membantu individu mengenali, menantang, dan memodifikasi pola pikir irasional agar mampu keluar dari perilaku adiktif.

This study aims to analyze the forms of cognitive distortions experienced by emerging adults involved in online gambling addiction and to understand how these irrational thought patterns influence and maintain addictive behavior. Employing a qualitative approach with a single-case study design, the research involved three primary participants and three supporting informants. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman’s framework of data reduction, data display, and conclusion drawing. NVivo software was utilized to support the thematic coding process. The findings reveal that all participants exhibited various cognitive distortions that significantly contribute to the persistence of online gambling addiction, including all-or-nothing thinking, overgeneralization, mental filtering, jumping to conclusions, emotional reasoning, should statements, labeling, and personalization. These distortions lead individuals to misinterpret chances, control, and gambling outcomes, strengthening the urge to continue gambling despite financial, emotional, and social consequences. Moreover, cognitive distortions negatively affected self-concept, triggered compulsive behaviors, and intensified interpersonal conflicts. The study concludes that cognitive distortions serve as a central psychological mechanism sustaining online gambling addiction among emerging adults. These findings hold important implications for guidance and counseling services, particularly in designing Cognitive Behavioral Therapy (CBT)-based interventions to help individuals identify, challenge, and modify irrational thinking patterns, thereby supporting recovery from addictive behavior.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30