PENGARUH LATIHAN FISIK TERSTRUKTUR TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK KASAR PADA AREA KOORDINASI BILATERAL ANAK ATTENTION DEFISIT HYPERACTIVE DISORDER (ADHD) DI YAYASAN TRI ASIH JAKARTA

Penulis

  • Nurhayati Lisa Yusmanningsih Universitas Binawan
  • Dini Nur Alpiah Universitas Binawan
  • Robiatun Amaliyah Ranti Universitas Binawan

Kata Kunci:

ADHD, Motorik Kasar, Latihan Fisik Terstruktur

Abstrak

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang umum terjadi pada masa kanak-kanak dengan prevalensi global diperkirakan mencapai 7,6 %, sering kali disertai defisit pada fungsi motorik kasar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi Latihan Fisik Terstruktur dalam meningkatkan kemampuan motorik kasar pada area koordinasi bilateral anak ADHD. Menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan subjek 24 anak ADHD di Yayasan Tri Asih Jakarta. Intervensi Latihan Fisik Terstruktur diberikan selama 6 minggu dengan frekuensi 3 kali pertemuan per minggu (total 18 sesi, durasi 45 menit per sesi), yang mencakup latihan penguatan otot, koordinasi, dan atensi. Data kemampuan motorik kasar pada area koordinasi bilateral diuji menggunakan Limb Symetri Index dari hasil Single Leg Triple Hop Test yang diambil sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Penelitian  menunjukkan nilai signifikansi p=0,000 (p<0,05) mengindikasikan adanya pengaruh signifikan dari intervensi terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar pada area koordinasi bilateral. Secara fisiologis, latihan fisik ini diduga meregulasi neurotransmitter, memperbaiki fungsi eksekutif, menstimulasi sistem neuromuskular dan sensorimotor. Penelitian ini menegaskan bahwa Latihan Fisik Terstruktur merupakan pendekatan intervensi non-farmakologis yang efektif, tidak hanya untuk mengoreksi defisit motorik, tetapi juga untuk mereduksi gejala hiperaktivitas dan meningkatkan regulasi diri pada anak ADHD.

Unduhan

Diterbitkan

2026-03-30