OPTIMALISASI PERAN KADER SEBAGAI CASE MANAGER DALAM MENURUNKAN ANGKA LOSS TO FOLLOW-UP PASIEN TUBERKULOSIS

Penulis

  • Dahlia Universitas STRADA Indonesia
  • Ratna Wardhani Universitas STRADA Indonesia

Kata Kunci:

Tuberkulosis, Kader Kesehatan, Case Manager, Loss To Follow-Up, Kepatuhan Pengobatan.

Abstrak

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan penanganan berkelanjutan. Salah satu tantangan utama dalam program pengendalian TB adalah tingginya angka loss to follow-up pasien selama pengobatan. Kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan terapi, resistensi obat, serta meningkatnya risiko penularan di masyarakat. Optimalisasi peran kader kesehatan sebagai case manager menjadi salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan TB. Kader berperan dalam melakukan pendampingan, edukasi, pemantauan minum obat, kunjungan rumah, serta menjembatani komunikasi antara pasien dan tenaga kesehatan. Melalui pendekatan yang aktif dan berkesinambungan, kader dapat membantu mengidentifikasi hambatan pengobatan serta memberikan dukungan psikososial kepada pasien. Dengan optimalisasi peran tersebut, diharapkan angka loss to follow-up pasien tuberkulosis dapat menurun sehingga keberhasilan pengobatan meningkat dan program pengendalian TB dapat berjalan lebih efektif.

Tuberculosis (TB) remains one of the major public health problems requiring continuous management. One of the main challenges in TB control programs is the high rate of patient loss to follow-up during treatment. This condition may lead to treatment failure, drug resistance, and an increased risk of disease transmission in the community. Optimizing the role of health cadres as case managers is one strategy that can improve patient adherence to TB treatment. Health cadres play important roles in patient assistance, health education, medication monitoring, home visits, and facilitating communication between patients and healthcare workers. Through active and continuous approaches, cadres can help identify treatment barriers and provide psychosocial support to patients. Therefore, optimizing the role of cadres is expected to reduce the loss to follow-up rate among tuberculosis patients, improve treatment success rates, and strengthen the effectiveness of TB control programs.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-30