EDUKASI PEMANFAATAN JUS PARE TERHADAP PENINGKATAN PRODUKSI ASI DI WILAYA POSTU NAMUT/COMPANG NAMUT
Kata Kunci:
Edukasi, Produksi ASI, Jus PareAbstrak
Dalam menghitung jumlah ASI ibu, sangat penting untuk mempertimbangkan makanan yang berkualitas tinggi dan padat gizi, seperti protein, lemak, vitamin, mineral, karbohidrat, dan zat lainnya dalam jumlah yang tepat. Hormon utama yang berperan dalam produksi ASI adalah prolaktin. Salah satu makanan yang digunakan masyarakat umum untuk meningkatkan jumlah ASI adalah pare karena memiliki potensi dan kandungan untuk meningkatkan produksi ASI terlepas dari sumber yang berkualitas rendah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memahami bagaimana perilaku konsumen mempengaruhi pertumbuhan volume ASI pada ibu menyusui, khususnya di Postu Namut/Compang Namut. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi dan praktik pembuatan jus pare. Hasil pre-test dari 19 ibu menunjukkan bahwa 9 orang ibu memiliki pengetahuan kurang lengkap tentang cara meningkatkan produksi ASI, sedangkan 7 orang ibu memiliki pengetahuan cukup dan 3 orang ibu memiliki pengetahuan baik. Setelah itu diketahui bahwa dari 19 orang ibu yang disurvei, 5 orang ibu memiliki pengetahuan kurang dan 6 orang memiliki pengetahuan baik. Serta ada 8 orang yang memiliki pengetahuan baik. Setelah praktik membuat jus pare melaluli edukasi secara kooperatif selesai, Ibu-ibu menyusui dapat berlatih membuatnya kembali dengan baik. Ibu-ibu menyusui dapat melakukan praktik pembuatan makanan di sekitar rumah yang merupakan salah satu cara utama untuk meningkatkan produksi ASI.
When determining the amount of breast milk, it is crucial to take into account foods that are rich in quality and nutrients, including the proper quantity of protein, fat, vitamins, minerals, carbs, and other elements. Prolactine is the primary hormone involved in the production of breast milk. Bitter melon has the capacity and content to enhance breast milk production despite of low-quality sources, making it one of the foods utilized by the general public to promote breast milk production. This activity’s goal is to comprehend how consumer behavior, particularly in Postu Namut/Compang Namut, influences the volume of breast milk produced by breastfeeding mothers. Making bitter melon juice and teaching others how to do it are the methods employed in this hobby. Nine moms had insufficient information about how to enhance breast milk production, whereas seven mothers had sufficient knowledge and three mothers had strong knowledge, according to the pre-test data from 19 mothers. Following that, it was found that six of the 19 mothers polled had strong knowledge and five had inadequate knowledge. Additionally, eight individuals possessed strong knowledge. Breastfeeding mothers might practice producing bitter melon juice correctly once the joint education exercise was finished. One of the primary strategies to boost breast milk production is for Breastfeeding mothers to practice cooking at home.




