LAPORAN PENGABDIAN MASYARAKAT EDUKASI PROGRAM DIET DAN CAIRAN DENGAN AUDIOVISUAL MELALUI SCAN QR CODE PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DIRSUD MARDIWALUYO BLITAR

Penulis

  • Novita Ana Anggraini Universitas Strada Indonesia
  • Anik Mardiana Universitas Strada Indonesia
  • Andi Muh. Ali Imran Universitas Strada Indonesia
  • Matrahman RSUD Mardiwaluyo Kota Blitar

Kata Kunci:

Edukasi, Gagal Ginjal, Program Diet Dan Cairan

Abstrak

Penyakit Gagal Ginjal Kronis (GGK) suatu kondisi akibat penurunan kemampuan ginjal dalam mempertahankan keseimbangan di dalam tubuh terjadi penurunan fungsi dan tidak dapat kembali ke kondisi semula. Diera yang semakin maju ini banyak sekali yang terkena gagal ginjal tubuh tidak mampu memelihara metabolisme dan gagal memelihara keseimbangan cairan dan elektrolit yang berakibat pada peningkatan ureum. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di RSUD Mardiwaluyo blitar pada tanggal 14 januari 2025 menggunakan metode sosialisasi dan kampanye untuk meningkatkan pengetahuan tentang program diet pada pasien CKD dengan media leaflet dan vidio kepada pasein secara langsung di tempat tidur pasien serta dilakukan tanya jawab seputar diet gizi kepada keluarga dan pasien. Sosialisa ke perawat dan kepala ruangan untuk program diet pada pasein CKD dengan media leaflet dan scan barcode yang yang telah disediakan, berdiskusi dengan kepala ruang untuk masalah team yang akan dibuat untuk edukasi diet pada pasien gagal ginjal. Untuk inovasi yang diberikan jangka pendek dengan memberikan edukasi melalui leaflet dan vidio berupa menggunakan scan barcode, kemudian untuk inovasi jangka panjang dalam kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah membentuk petugas khusus untuk memberikan penyuluhan dimana petugas ini mempunyai update yang lebih baru dan serta mempunyai tugas utama untuk edukasi diawal pasien datang dan evaluasi 3 hari pasca dirawat serta edukasi pulang dengan adanya indikator mutu pencapaian untuk setiap edukasi yang telah diberikan. Kesimpulan yang didapatkan dari pegabdian masyarakat ini adalah sebagai berikut: 1. Petugas yang sudah kompeten dibidangnya akan tetapi belum ada team khusus untuk edukasi tentang program diet pada pasien GGK 2. Kelebihan dari edukasi program diet ini baik untuk pasien ialah agar pola makan pasien terkontrol sehingga beban ginjal berkurang durasi cuci darah pun bisa berkurang 3. Kekurangannya dari program diet ini ialah tidak adanya perawat khusus yang bertugas sebagai educator sehingga ada beberapa pasien yang terpapar dan tidak terpapar dari program diet untuk gagal ginjal.

Chronic Kidney Disease (CKD) is a condition resulting from the decline in the kidneys' ability to maintain balance in the body, leading to a loss of function that cannot return to its original state. In this era of rapid advancement, many people suffer from kidney disease, where the body is unable to maintain metabolism and fails to regulate fluid and electrolyte balance, resulting in increased urea levels. This community service activity was conducted at Mardiwaluyo, egional General Hospital (RSUD Mardiwaluyo ) in Blitar on January 14, 2025, using socialization and campaign methods to improve knowledge about the dietary program for CKD patients. The education was delivered through leaflets and videos, directly to patients at their bedside, and included a Q&A session regarding nutritional diets for both patients and their families. Additionally, socialization sessions were conducted for nurses and ward heads, providing leaflets and QR code scans for easy access to dietary program materials for CKD patients. Discussions were also held with the ward head regarding the formation of a special team responsible for educating CKD patients about dietary programs. The short-term innovation introduced in this community service activity was educating patients through leaflets and videos with QR code scanning for convenient information access. Meanwhile, the long-term innovation in this community service activity was the establishment of dedicated staff to provide counselling. These staff members received updated knowledge and had the primary responsibilities of educating patients upon admission, conducting evaluations three days after hospitalization, and providing discharge education, with measurable quality indicators for each educational session delivered. The conclusions drawn from this community service activity were as follows: 1. Competent staff were available; however, there was no dedicated team specifically assigned to educate CKD patients about the dietary program. 2. The advantage of the dietary education program for patients was that it helped regulate their eating habits, reducing kidney strain and potentially decreasing the duration of dialysis treatment. 3. The drawback of the dietary program was the absence of specialized nurses serving as educators, which resulted in some patients receiving dietary education while others did not.

Unduhan

Diterbitkan

2025-03-30