TEKNIK RADIOGRAFI OSSA MANUS DEXTRA DENGAN KASUS FRACTURE INTERPHALANG JOINT PROXIMAL DIGITI II DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT EFARINA ETAHAM PEMATANG SIANTAR
Kata Kunci:
Digiti II, Fracture, Ossa Manus Dextra, Interphalang Joint Proximal, RadiografiAbstrak
Fraktur pada interphalang joint proximal digiti II merupakan salah satu cedera yang sering terjadi akibat trauma langsung pada tangan. Pemeriksaan radiografi diperlukan untuk menegakkan diagnosis yang tepat serta menentukan penanganan yang sesuai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui teknik radiografi ossa manus dextra pada kasus fracture interphalang joint proximal digiti II di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Pematangsiantar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan observasi langsung terhadap pasien dan alat, serta kajian literatur pendukung. Pemeriksaan dilakukan dengan dua proyeksi utama, yaitu postero anterior (PA) dan oblique, menggunakan faktor eksposi 52 kV, 80 mA, dan 50 mS. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya garis patahan pada sendi interphalang proximal digiti II tanpa kelainan pada jaringan lunak di sekitarnya. Teknik radiografi dua proyeksi memberikan citra yang jelas dan mendukung interpretasi dokter. Proteksi radiasi dilakukan sesuai prinsip ALARA dengan kolimasi optimal dan penggunaan apron pelindung. Teknik radiografi ossa manus dextra dengan dua proyeksi (PA dan oblique) dinilai efektif untuk menampilkan area fraktur secara optimal, mendukung diagnosis yang akurat, serta menjaga keselamatan pasien dan petugas dari paparan radiasi berlebih.
Fracture of the proximal interphalangeal joint of the second digit is a common injury caused by direct trauma to the hand. Radiographic examination is required to establish an accurate diagnosis and determine appropriate treatment. The aim of this this study is to identify the radiographic technique for ossa manus dextra in cases of proximal interphalangeal joint fracture of the second digit at the Radiology Department of Efarina Etaham Hospital, Pematangsiantar. This study applied a qualitative approach through direct observation of patients and equipment, as well as a literature review. The examination was performed using two main projections, posteroanterior (PA) and oblique, with exposure factors of 52 kV, 80 mA, and 50 mS. The radiographic image showed a fracture line at the proximal interphalangeal joint of the second digit without abnormalities in the surrounding soft tissue. The two-projection technique produced clear images that supported the physician’s interpretation. Radiation protection followed the ALARA principle using optimal collimation and protective aprons. The two-projection radiographic technique of ossa manus dextra is effective in providing optimal visualization of the fracture area, supporting accurate diagnosis, and maintaining radiation safety for both patient and operator.




