EFEKTIVITAS AKUPUNKTUR PADA PENDERITA GANGGUAN MENSTRUASI SINDROMA QI XU
Kata Kunci:
Akupunktur, Gangguan Menstruasi, Qi Xu, PBACAbstrak
Menstruasi merupakan proses fisiologis alami yang dialami oleh setiap wanita sebagai tanda kematangan seksual. Namun, gangguan menstruasi seperti siklus tidak teratur, perdarahan berlebihan, atau nyeri haid sering terjadi dan dapat memengaruhi kualitas hidup wanita. Dalam pendekatan Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT), gangguan menstruasi dipandang sebagai ketidakseimbangan Qi dan darah, yang salah satunya dapat disebabkan oleh sindrom defisiensi Qi (Qi Xu). Salah satu terapi yang digunakan dalam PTT untuk mengatasi gangguan ini adalah akupunktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi akupunktur pada penderita gangguan menstruasi dengan sindroma Qi Xu melalui pengukuran perubahan skor Pictorial Blood Assessment Chart (PBAC). Penelitian eksperimen kuantitatif ini melibatkan 30 subjek di Klinik Akupunktur DB, Bandung. Hasil penelitian menunjukkan penurunan signifikan pada skor PBAC sebelum dan setelah intervensi akupunktur, mengindikasikan bahwa akupunktur efektif dalam menyeimbangkan Qi dan memperbaiki gejala gangguan menstruasi pada penderita sindroma Qi Xu.
Menstruation is a natural physiological process experienced by every woman as a sign of sexual maturity. However, menstrual disorders such as irregular cycles, excessive bleeding, or menstrual pain often occur and can affect women's quality of life. In the Traditional Chinese Medicine (TCM) approach, menstrual disorders are viewed as an imbalance of Qi and blood, one of which can be caused by Qi deficiency syndrome (Qi Xu). Acupuncture is one of the therapies used in TCM to overcome this disorder. This study aimed to evaluate the effectiveness of acupuncture therapy in patients with menstrual disorders with the Qi Xu syndrome through measuring changes in the Pictorial Blood Assessment Chart (PBAC) score. This quantitative experimental research involved 30 subjects at Darma Bakti Acupuncture Clinic, Bandung. The results showed a significant decrease in PBAC scores before and after the acupuncture intervention, indicating that acupuncture is effective in balancing Qi and improving menstrual disorder symptoms in patients with Qi Xu syndrome.




