ACADEMIC SELF-EFFICACY DAN TINGKAT STRESS AKADEMIK PADA MAHASISWA AKHIR DI ETNIS TORAJA
Kata Kunci:
Academic Self-Efficacy, Stres Akademik, Mahasiswa Akhir, Etnis TorajaAbstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan hubungan antara stres akademik dan self-efficacy akademik pada siswa akhir dari etnis Toraja. Latar belakang penelitian ini adalah fakta bahwa mahasiswa Toraja menghadapi tekanan besar saat menyelesaikan tugas akhir mereka, meskipun mereka memiliki nilai budaya barani (berani) dan manarang (pintar), yang seharusnya membantu mereka tetap kompetitif di sekolah. Penelitian ini melibatkan 105 mahasiswa akhir dari etnis Toraja yang sedang menyusun skripsi di Universitas Kristen Satya Wacana, dan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara stres akademik dan self-efficacy akademik, dengan nilai koefisien korelasi r = -0,192 dan signifikansi p = 0,050. Artinya, meskipun hubungan ini dianggap lemah, siswa mengalami stres akademik yang lebih rendah jika mereka memiliki tingkat kemandirian akademik yang lebih tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa keyakinan diri terhadap kemampuan akademik berkontribusi pada penurunan stres. Namun, ini hanyalah beberapa faktor yang memengaruhi; elemen lain, seperti dukungan keluarga, kondisi psikologis, dan lingkungan sosial, juga turut berpengaruh. Diharapkan penelitian ini akan menjadi dasar untuk pengembangan intervensi psikologis dan program dukungan akademik yang dapat membantu siswa menghadapi tekanan akademik dengan cara yang lebih adaptif.
The purpose of this study was to determine the relationship between academic stress and academic self-efficacy in Torajan final year students. The background of this study is the fact that Torajan students face significant pressure when completing their final year assignments, despite their cultural values of barani (brave) and manarang (smart), which are supposed to help them remain competitive in school. This study involved 105 Torajan final year students who were writing their theses at Satya Wacana Christian University, and used quantitative methods. The results showed a negative relationship between academic stress and academic self-efficacy, with a correlation coefficient value of r = -0.192 and a significance level of p = 0.050. This means that although this relationship is considered weak, students experience lower academic stress if they have a higher level of academic independence. These results suggest that self-confidence in academic abilities contributes to reduced stress. However, these are just some of the influencing factors; other elements, such as family support, psychological conditions, and social environment, also play a role. It is hoped that this research will form the basis for the development of psychological interventions and academic support programs that can help students cope with academic stress in a more adaptive manner.




