HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA BALITA DI RSUD HAJI KOTA MAKASSAR
Kata Kunci:
Status Gizi, Kejadian ISPA, Dan BalitaAbstrak
Latar belakang : Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak balita, khususnya di negara berkembang. Status gizi yang tidak seimbang berkontribusi besar terhadap kerentanan anak terhadap ISPA karena berpengaruh langsung pada sistem kekebalan tubuh. Balita dengan kekurangan gizi cenderung memiliki daya tahan tubuh yang lemah, sehingga lebih mudah terserang infeksi, sementara kelebihan gizi juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan lain yang meningkatkan risiko infeksi. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian ISPA pada balita di RSUD Haji Kota Makassar. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel 19 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 2 Mei – 2 Juni 2025. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistical package for social secince (SPSS) versi 21, dengan uji rank spearman. Hasil : menunjukan hubungan status gizi dengan kejadian ISPA pada balita dengan status gizi buruk yang mengalami ISPA berjumlah 2 responden (11%), status gizi kurang yang mengalami responden berjumlah 4 responden (21%), dan status gizi baik mengalami ISPA berjumlah 5 responden (26%). Hasil uji statistik menunjukan bahwa p value 0,007=0,05 yang artinya terdapat hubungan status gizi balita dengan kejadian ISPA. Kesimpulan : ada hubungan status gizi dengan kejadian ISPA di RSUD Haji Kota Makassar.
Introduction Acute Respiratory Infections (ARI) are one of the leading causes of morbidity and mortality in toddlers, especially in developing countries. An unbalanced nutritional status significantly contributes to children's susceptibility to ARI because it directly affects the immune system. Toddlers with malnutrition tend to have weak immune systems, making them more susceptible to infections, while overnutrition can also cause other health issues that increase the risk of infections. Research objective: To determine the relationship between nutritional status and the incidence of ARI in toddlers at RSUD Haji Makassar City. Research method: This study uses a quantitative method with a cross-sectional approach, involving a sample size of 19 respondents, and employs accidental sampling as the sampling technique. This research was conducted from May 2 to June 2, 2025. The research instrument used was a questionnaire. Data analysis was conducted using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) version 21, with the Spearman rank test. Results: Showed a relationship between nutritional status and the incidence of ARI in toddlers, with poor nutritional status experiencing ARI in 2 respondents (11%), less than optimal nutritional status in 4 respondents (21%), and good nutritional status experiencing ARI in 5 respondents (26%). The results of the statistical test show that the p-value of 0.007 is less than 0.05, which means there is a relationship between the nutritional status of toddlers and the incidence of ARI. Conclusion: There is a relationship between nutritional status and the incidence of ARI at RSUD Haji Kota Makassar.




