HUBUNGAN INISIASI MENYUSUI DINI, FREKUENSI PEMBERIAN ASI, DAN PERAWATAN PAYUDARA TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI DI PUSKESMAS KARANG MUKTI KABUPATEN MUSI BANYUASIN TAHUN 2025

Penulis

  • Murniati Universitas Kader Bangsa Palembang
  • Erma Puspita Sari Universitas Kader Bangsa Palembang
  • Ratna Dewi Universitas Kader Bangsa Palembang
  • Intan Sari Universitas Kader Bangsa Palembang

Kata Kunci:

ASI, Frekuensi Pemberian ASI, Inisiasi Menyusui Dini, Kelancaran Produksi ASI, Perawatan Payudara

Abstrak

Berdasarkan data ASI eksklusif yang ditemukan mulai dari skala dunia, Indonesia, dan daerah masih banyak yang belum mencapai target capaian ASI eksklusif. Hal ini didasarkan pada produksi ASI yang tidak lancar. Adapun beberapa faktor kelancaran produksi ASI antara lain usia, paritas, frekuensi menyusui, psikologi ibu, status gizi, sosial budaya, perawatan payudara, dan inisiasi menyusui dini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan yang signifikan inisiasi menyusui dini, frekuensi pemberian ASI, dan perawatan payudara terhadap Kelancaran Produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Mukti Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2025. Dalam penelitian ini menggunakan metode observasional dan pendekatan cross sectional dengan sampel ibu melahirkan bulan Juni-Juli Tahun 2025 berjumlah 42 orang. Hasil penelitian menunjukkan ibu yang melakukan IMD dan lancar produksi ASi sebanyak 97.4%, ibu yang frekuensi pemberian ASI baik dan produksi ASI lancar sebanyak 97.4%, dan yang melakukan perawatan payudara dan lancar produksi ASI 100%. Ditinjau dari analisis bivariat masing-masing variabel didapat p value IMD terhadap kelancaran produksi ASI 0.020 ≤ 0.05, p value frekuensi pemberian ASI terhadap kelancaran produksi ASI 0.010 ≤ 0.05, dan p value perawatan payudara terhadap kelancara  produksi ASI 0.554 > 0.05. Maka dari itu dapat disimpulkan tidak ada hubungan IMD, frekuensi pemberian ASI, dan perawatan payudara secara simultan terhadap kelancaran produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Karang Mukti Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2025, adanya hubungan yang signifikan inisiasi menyusui dini dan frekuensi pemberian ASI terhadap kelancaran produksi ASI, sedangkan perawatan payudara tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap kelancaran produksi ASI. Dari penelitian yang dilakukan disarankan kepada para tenaga kesehatan di Puskesmas Karang Mukti Kabupaten Musi Banyuasin untuk memberikan pengetahuan kepada ibu hamil dan menyusui terkait pentingnya IMD, frekuensi pemberian ASI, dan perawatan payudara serta memotivasi ibu yang berjuang memberikan ASI.

Based on data regarding exclusive breastfeeding (ASI), globally, nationally, and regionally, many areas have yet to achieve the target for exclusive breastfeeding coverage. This is largely due to insufficient berast milk produkction. Several factors influence the smoothness of breast milk production, including maternal age, parity, breastfeeding frequency, psychological condition, nutrional status, socio-cultural factors, breast care, and early initiation of breastfeeding (EIBF). This study aimed to determine whether there was a significant correlation between early initiation of breastfeeding, frequency of breastfeeding, and breast care in the smoothness of breast milk production at Karang Mukti Public Health Center, Musi Banyuasin Regency, in 2025. This research used an observational method with a cross-sectional approach. The sample consisted of 42 postpartum mothers who gave birth between June and July 2025. The results showed that mothers who performed EIBF and had smooth milk production were 97.4%, those with goood breastfeeding frequency and smooth milk production were 100%. Bivariate analysis results showed that early initiation of breastfeeding had a p-value of 0.020≤0.05, breastfeeding frequency had a p-value of 0.010≤0.05, and breast care had a p value of 0.554>0.05. Therefore, it can be concluded that there is a significant relationship between early initiation of breastfeeding and breastfeeding frequency with the smoothness of breast milk production, while breast care does not show a significant relatonship. It os recommended that health workers at the Karang Mukti Public Health Center provide education to pregnant and breastfeeding mothers about the importance of early intiation of breastfeeding, optimal breastfeeding frequency, and breast care, as well as provide motivation for mothers in their breastfeeding journey.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30