PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL PADA REMAJA DI SMK PASUNDAN 3 KOTA CIMAHI
Kata Kunci:
Infeksi Menular Seksual, Remaja, Edukasi, PenyuluhanAbstrak
Infeksi menular seksual atau yang sering disingkat IMS, adalah suatu gangguan/penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit. Penyakit ini seringkali menyebar dari satu orang ke orang lain melalui kontak hubungan seksual yang meliputi hubungan intim genital (antara alat kelamin), anal (melibatkan aktivitas yang memasukkan penis, jari, atau objek lain ke dalam anus, berbeda dari hubungan seksual yang umum dilakukan melalui alat kelamin), dan oral (aktivitas seksual di mana mulut, bibir, atau lidah digunakan untuk merangsang alat kelamin atau anus pasangan) (World Health Organization, 2025). IMS menjadi salah satu masalah kesehatan global yang berdampak besar pada remaja. IMS tidak hanya menimbulkan gangguan kesehatan fisik seperti nyeri, keluarnya cairan yang tidak normal, luka pada organ genital, dan infertilitas, tetapi juga berdampak pada kesehatan psikologis berupa rasa malu, stigma sosial, kecemasan, hingga penurunan kualitas hidup. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa remaja dan dewasa muda merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap IMS, seiring dengan meningkatnya aktivitas seksual pada usia muda serta rendahnya akses terhadap layanan kesehatan ramah remaja (World Health Organization (WHO) – WHO Regional Office for Europe, 2024). Tingginya angka kejadian IMS menunjukkan bahwa upaya pencegahan belum sepenuhnya efektif, terutama dalam hal edukasi dan perubahan perilaku. Seperti hasil analisis yang telah dilakukan di Smk Pasundan 3 Kota Cimahi, diperoleh data siswa dengan pengetahuan yang kurang terhadap penyebab dan faktor resiko infeksi menular seksual, sehingga masih banyak siswa yang melakukan perilaku berisiko seperti pergaulan bebas, penggunaan NAPZA (rokok, minuman ber alkohol ndan sebagainya), berbagi alat pribadi, dan perilaku berisiko lainya. Kurangnya pemahaman menjadi pemicu utama tingginya angka penularan di lingkungan sekolah. Masalah mendasar di SMK Pasundan 3 Kota Cimahi adalah keterbatasan akses terhadap edukasi kesehatan seksual yang komprehensif, sehingga para siswa cenderung memiliki persepsi yang keliru mengenai risiko infeksi. Oleh karena itu, penyuluhan kesehatan mengenai infeksi menular seksual menjadi sangat penting sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja dalam menjaga kesehatan reproduksi mereka.




