STUDI KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN SCRAMBLE DAN JIGSAW TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS VIII MTSN 1 BANYUWANGI SEMESTER GENAP TAHUN PEMBELAJARAN 2024-2025
Kata Kunci:
Model Scramble, Model Jigsaw, Kemampuan Pemecahan Masalah.Abstrak
Pendidikan modern menuntut transformasi dari pembelajaran konvensional menuju pembelajaran aktif yang berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan memetakan perbandingan efektivitas antara model pembelajaran kooperatif tipe Scramble dan Jigsaw terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII MTsN 1 Banyuwangi pada semester genap tahun pembelajaran 2024-2025. Kurangnya kemandirian kognitif siswa dalam menyelesaikan persoalan non-rutin serta dominasi pengajaran searah menjadi latar belakang dilakukannya studi ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design). Data kemampuan pemecahan masalah dikumpulkan melalui instrumen tes uraian (essay) berdasarkan indikator Polya, yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui uji-t sampel independen (Independent Samples T-Test). Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan secara statistik antara kelompok siswa yang dibelajarkan dengan model Scramble dan model Jigsaw. Model Scramble terbukti unggul dalam menstimulasi keaktifan motorik-kognitif jangka pendek, ketangkasan visual, dan efisiensi waktu, sehingga sangat efektif pada indikator awal seperti memahami masalah. Sebaliknya, model Jigsaw memiliki keunggulan komparatif yang lebih kokoh pada indikator tingkat tinggi, seperti merencanakan strategi dan memeriksa kembali, serta mampu menciptakan pemerataan nilai yang lebih homogen melalui mekanisme kelompok ahli dan pengajaran sejawat (peer teaching). Dapat disimpulkan bahwa kedua model memiliki keunggulan komparatif tersendiri, sehingga guru dapat memilih atau mengombinasikan kedua model ini secara bijak sesuai dengan karakteristik materi dan heterogenitas siswa




