AKHLAK SISWA DI MADRASAH ALIYAH DARUL MUSTOFA LARANGAN SLAMPAR TLANAKAN PAMEKASAN

(Studi Komparasi Siswa Yang Tinggal Di Pesantren Dengan Siswa Yang Tinggal Di Lingkungan Keluarga)

Penulis

  • Alfia Universitas Islam Madura
  • Supandi Universitas Islam Madura
  • Moh.Afiful Hair Universitas Islam Madura
  • Ummu Kulsum Universitas Islam Madura

Kata Kunci:

Akhlak Siswa, Pesantren, Keluarga, Komparasi, Uji T

Abstrak

Penelitian ini berawal dari fenomena sosial pendidikan di MA Darul Mustofa Larangan Slampar Tlanakan Pamekasan yang menunjukkan 2 sisi yang berbeda, diantaranya adalah peserta didik yang tinggal di pesantren dan peserta didik yang tinggal di lingkungan keluarga. Sementara pendidikan akhlak di sekolah itu sama, namun pola dan perilaku siswa menunjukkan ketidak samaan, sehingga hal ini menjadi daya tarik tersendiri dengan peneliti untuk mendalami dan mengkaji fenomena tersebut. Rumusan masalah dalam penelitian ini : 1) Adakah perbedaan akhlak siswa yang tinggal di pesantren dengan siswa yang tinggal di lingkungan keluarga? Metode yang digunakan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode komparasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MA Darul Mustofa, sedangkan populasi penelitian berjumlah 21 siswa, yang terdiri dari 6 siswa tinggal di pesantren dan 15 siswa tinggal di lingkungan keluarga. Instrumen penelitian berupa angket dengan 10 butir pernyataan yang mengukur akhlak siswa. Data dianalisis menggunakan uji Independent Sample T-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)  tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara akhlak siswa yang tinggal di pesantren dengan siswa yang tinggal di lingkungan keluarga, hal ini berdasarkan pada analisis data dengan nilai t hitung (1,486) < t tabel (2,093) pada tabel two tail test dan t P-value (Sig. 2-Tailed)  0,154 > 0,05. Hal ini berarti H0 diterima dan Ha ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara akhlak siswa yang tinggal di pesantren dengan siswa yang tinggal di lingkungan keluarga. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pembentukan akhlak tidak semata ditentukan oleh lingkungan tempat tinggal, melainkan lebih dipengaruhi oleh konsistensi pendidikan agama yang diberikan. Dengan demikian, keluarga memiliki peran yang setara dengan pesantren dalam membentuk akhlak siswa. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara madrasah, pesantren, dan keluarga dalam melaksanakan pendidikan akhlak secara berkesinambungan untuk membentuk generasi yang berakhlakul karimah.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-29