“PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH SEBAGAI PUPUK TANAM ORGANIK DALAM MENDUKUNG PENGURANGAN SAMPAH DAN ENERGI TERBARUKAN”
Kata Kunci:
Limbah Kulit Buah, Ekoenzim, Pupuk Organik Cair, Fermentasi, Energi Terbarukan, Pengurangan SampahAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit buah rumah tangga sebagai pupuk organik cair (ekoenzim) melalui proses fermentasi sederhana selama 21 hari. Limbah kulit buah yang digunakan terdiri dari kulit pisang, jeruk, mangga, jambu, dan buah naga yang kemudian dicampur dengan gula dan EM4 sebagai aktivator mikroba. Pengamatan difokuskan pada perubahan fisik selama fermentasi, meliputi warna, aroma, tekstur, pembentukan gas, dan kondisi larutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi berlangsung melalui tiga fase utama, yaitu fase adaptasi, fase fermentasi aktif, dan fase stabilisasi atau pematangan. Pada fase awal, warna larutan masih cerah dan aroma buah segar mendominasi, sedangkan tekstur kulit buah masih keras. Memasuki fase fermentasi aktif, warna larutan menggelap, aroma berubah menjadi asam manis, serta gas fermentasi mulai terbentuk. Pada hari ke-21, larutan menunjukkan ciri pupuk matang berupa warna coklat kehitaman, aroma netral, serta tekstur cair dengan sedikit ampas. Proses ini juga memberikan manfaat lingkungan yang signifikan, seperti mengurangi volume sampah organik, menekan emisi gas metana, serta mendukung konsep energi terbarukan berbasis biologis melalui pemanfaatan mikroorganisme dalam penguraian bahan organik. Dengan demikian, pembuatan pupuk organik cair dari limbah kulit buah terbukti efektif, ramah lingkungan, dan dapat diterapkan secara sederhana oleh masyarakat.




