ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA BERDASARKAN TAHAPAN POLYA DITINJAU DARI JENIS KELAMIN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA TEOREMA PYTHAGORAS DI SMP NEGERI BANDUNG

Penulis

  • Najma Hagia Universitas Pendidikan Indonesia
  • Tatang Herman Universitas Pendidikan Indonesia
  • Aan Hasanah Universitas Pendidikan Indonesia

Kata Kunci:

Tahapan Polya, Kesulitan Belajar, Jenis Kelamin, Pemecahan Masalah, Teorema Pythagoras

Abstrak

This study aims to describe students’ learning difficulties in solving Pythagorean Theorem word problems based on Polya’s stages and to analyze differences in ability between male and female students. This qualitative descriptive research involved eighth-grade students at a public junior high school in Bandung, using tests and interviews as data collection techniques. Test results from 28 students showed that their abilities were in the medium-to-high range. The average achievement percentages based on Polya’s stages, arranged from highest to lowest, were: understanding the problem (86.16%), planning a strategy (66.25%), carrying out the solution (38.68%), and reviewing the results (33.33%). Interviews with six selected students revealed that all students were able to understand the problem well. However, differences in ability emerged in the subsequent stages, where male students demonstrated better performance in planning strategies and executing the solution, particularly in arithmetic operations and applying formulas. Female students tended to encounter difficulties in calculations, although one high-ability female student showed strong awareness in the stage of reviewing the results. Overall, male students displayed better problem-solving skills in Pythagorean Theorem word problems, especially in the core stages of Polya’s model. These findings indicate that students’ learning difficulties vary by gender and are related to mastery of calculations as well as the accuracy of solution strategies.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita Teorema Pythagoras berdasarkan tahapan Polya serta menganalisis perbedaan kemampuan antara siswa laki-laki dan perempuan. Penelitian deskriptif kualitatif ini melibatkan siswa kelas VIII di salah satu SMP Negeri Bandung, dengan teknik pengumpulan data berupa tes dan wawancara. Hasil tes terhadap 28 siswa menunjukkan bahwa kemampuan siswa berada pada kemampuan sedang cenderung tinggi. Persentase pencapaian rata-rata berdasarkan tahapan Polya disusun dari tinggi ke rendah adalah: memahami masalah (86,16%), merencanakan strategi (66,25%), melaksanakan penyelesaian (38,68%), dan memeriksa kembali hasil (33,33%). Hasil wawancara terhadap enam siswa terpilih menunjukkan bahwa seluruh siswa mampu memahami masalah dengan baik. Namun, perbedaan kemampuan muncul pada tahapan berikutnya, di mana siswa laki-laki menunjukkan performa yang lebih baik dalam merencanakan strategi dan melaksanakan rencana penyelesaian, terutama pada langkah operasi hitung dan penerapan rumus. Siswa perempuan cenderung mengalami kesulitan pada perhitungan meskipun satu siswa perempuan berkemampuan tinggi menunjukkan kesadaran tinggi dalam tahap memeriksa kembali hasil. Secara keseluruhan, siswa laki-laki memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik dalam soal cerita Teorema Pythagoras, khususnya pada tahapan inti dalam model Polya. Temuan ini menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa bervariasi menurut jenis kelamin dan berkaitan dengan penguasaan perhitungan serta ketepatan strategi penyelesaian.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30