BUDAYA “TEMAN TAPI MESRA” DI KALANGAN MAHASISWA MUSLIM: TINJAUAN NILAI BATASAN PERGAULAN DALAM ISLAM
Kata Kunci:
Pergaulan Mahasiswa, Teman Tapi Mesra, Nilai Islam, Interaksi SosialAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa muslim Universitas Negeri Medan mengenai fenomena “Teman Tapi Mesra” atau Friends With Benefits ditinjau dari nilai nilai islam yang menjadi salah satu bentuk pergaulan modern yang semakin tampak di kalangan mahasiswa, termasuk mahasiswa Muslim. Fenomena ini muncul seiring perubahan nilai pergaulan, meningkatnya akses media digital, serta kecenderungan hedonisme dan afatisme dalam kehidupan sosial remaja dan dewasa awal. Dalam perspektif Islam, hubungan TTM dikategorikan sebagai perilaku yang mendekati zina karena adanya aktivitas yang melibatkan kedekatan fisik tanpa ikatan pernikahan dan bertentangan dengan prinsip menjaga pandangan, kehormatan, serta batas interaksi lawan jenis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 17 mahasiswa sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuisioner kepada responden, sedangkan instrumen penelitian disusun menggunakan Skala Likert untuk mengukur persepsi, sikap, dan kecenderungan perilaku. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif untuk memperoleh gambaran objektif mengenai pandangan mahasiswa terhadap fenomena TTM. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa muslim Universitas Negeri Medan menilai Teman Tapi Mesra sebagai bentuk pergaulan yang tidak sesuai dengan ajaran islam, meskipun fenomena tersebut dipahami sebagai bagian dari perubahan budaya pergaulan modern.




