TRADISI MENYEMBUT BULAN KELAHIRAN NABI; PENGALAMAN SUKU MADURA DAN BUDYA CHOCOKHEN DI PONTIANAK UTARA.
Kata Kunci:
Warga Madura, Agama, Tradisi CocokanAbstrak
Pertemuan agama dan budaya sering menimbulkan gejolak dikalangan masyarakat indonesia terutama bagi masyarakat yang kental menjalankan ritual keagamaan dikemas dalam budaya setempat. Penelitian ini busaha melihat pelaksanaan tradisi penyambutan bulan maulid oleh warga Madura di Pontianak Utara. Kometmen warga madura dalam menjaga kemurnian beragama pada satu sisi, pada sisi lain warga madura tidak bisa lepas dari tardisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Data penelitian diperoleh dengan observasi, wawancara dan studi pustaka dengan mengunakan analisis deskriptif dan pendekatan kualitatif. Dari penelitian ditemukan tiga temuan; pertama, warga madura selalu menjaga kemurnian amalan-amalan agama. kedua, warga madura tebagi dua golong, satu golongan berkometmen menjalankan tradisi yang diwarisi selagi tidak bertentangan dengan paham keagamaan yang diyakini dan golongan kedua tidak mau melakukan tradisi yang tidak ditemukan dalam ajaran agama. Dan ketiga, warga madura menghidupkan ajaran agama lewat tradisi. Seperti silaturrahim, sedekah, shalawatan, dzikir, do'a bersama, dan ramah tamah. Penelitian menyarankan perlunya penelitian lanjutan mengenai pertemuan agama dan budaya lokal yang sering menimbulkan gejolak dalam masyarakat.




