REKONSTRUKSI NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL BUGIS-MAKASSAR DALAM PEMBELAJARAN FIQH LINGKUNGAN PADA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

Penulis

  • Siti Afifa Ulfa STAI Al-Gazali Bulukumba
  • Titi Cahyani STAI Al-Gazali Bulukumba
  • Nurhikmah STAI Al-Gazali Bulukumba
  • Dwi Andriyani Rukman STAI Al-Gazali Bulukumba
  • Fathul Ulum STAI Al-Gazali Bulukumba
  • Musdalifa STAI Al-Gazali Bulukumba

Kata Kunci:

Fiqh Lingkungan, Kearifan Lokal Bugis-Makassar, Rekonstruksi Kurikulum PAI, Siri' Na Pace, Pendidikan Berkelanjutan, Kurikulum Merdeka

Abstrak

Krisis lingkungan global seperti perubahan iklim dan degradasi ekosistem di Sulawesi Selatan menuntut rekonstruksi kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengintegrasikan nilai budaya Bugis-Makassar dengan fiqh lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai lokal berbasis lingkungan (siri' na pacce, sipakatau, mappalette bola, pa'jukukang) dan relevansinya dengan prinsip syariah (khalifah fil ardhi, rahmatan lil alamin). Penelitian ini juga mengembangkan strategi kurikulum rekonstruksi untuk PAI kontekstual yang selaras dengan Kurikulum Merdeka dan SDGs 4 serta 13. Menggunakan pendekatan kualitatif etnografis dengan analisis dokumen, observasi partisipatif, dan studi literatur, penelitian ini fokus pada wilayah Makassar dan Bantaeng. Hasil menunjukkan sinergi kuat antara nilai lokal dan fiqh Islam, menghasilkan model RPP inovatif berbasis project-based learning, blended learning, dan evaluasi portofolio yang meningkatkan kompetensi ekologis siswa. Rekonstruksi ini transformasional, memperkaya PAI menjadi pendidikan karakter holistik yang menggabungkan warisan budaya, syariah, dan tuntutan global. Rekomendasi meliputi uji coba empiris dan replikasi nasional untuk meningkatkan kesadaran berkelanjutan di kalangan siswa

The global environmental crisis, including climate change and ecosystem degradation in South Sulawesi, necessitates a reconstruction of the Islamic Religious Education (PAI) curriculum that integrates Bugis-Makassar cultural values with environmental fiqh. This study aims to identify environmentally-based local values (siri' na pacce, sipakatau, mappalette bola, pa'jukukang) and their relevance to Sharia principles (khalifah fil ardhi, rahmatan lil alamin). It also develops a curriculum reconstruction strategy for contextual PAI aligned with the Merdeka Curriculum and SDGs 4 and 13. Employing a qualitative ethnographic approach with document analysis, participatory observation, and literature review, this research focuses on the Makassar and Bantaeng regions. The results show a strong synergy between local values and Islamic fiqh, producing an innovative lesson plan model based on project-based learning, blended learning, and portfolio evaluation that enhances students' ecological competence. This reconstruction is transformational, enriching PAI into holistic character education that combines cultural heritage, Sharia, and global demands. Recommendations include empirical trials and national replication to enhance sustainable awareness among students

Unduhan

Diterbitkan

2026-02-28