PENGARUH STRES KERJA DAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP BURNOUT PADA PEGAWAI DINAS PEMADAM KEBAKARAN DAN PENYELAMATAN KOTA CILEGON
Kata Kunci:
Stres Kerja, Work-Life Balance, BurnoutAbstrak
Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang timbul akibat tekanan kerja yang berlangsung secara terus-menerus, dan sering ditemukan pada profesi dengan tingkat risiko dan tuntutan kerja yang tinggi, salah satunya anggota pemadam kebakaran. Anggota pemadam kebakaran rentan mengalami Burnout apabila tidak diimbangi dengan pengelolaan stres kerja yang baik dan keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi (Work-Life Balance), termasuk pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cilegon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Stres Kerja dan Work-Life Balance terhadap Burnout pada pegawai Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cilegon. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi sekaligus sampel penelitian adalah seluruh anggota pemadam kebakaran aktif sebanyak 58 orang, diambil melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) stres kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Burnout dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 dan nilai thitung sebesar 3.879 > ttabel 2.004. (2) Work-Life Balance berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Burnout, dengan nilai signifikansi 0.020 dan nilai thitung sebesar – 2.389 > ttabel 2.004. (3) Secara simultan Stres Kerja dan Work-Life Balance berpengaruh signifikan terhadap Burnout dengan nilai signifikansi F sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai Fhitung sebesar 18,028 > 3,16 apat disimpulkan bahwa stres kerja dan Work-Life Balance memiliki peran penting dalam menjelaskan tingkat Burnout pada pegawai Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Cilegon, sehingga diperlukan upaya pengelolaan stres kerja dan peningkatan Work-Life Balance guna menurunkan tingkat Burnout pegawai.




