PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN BUDAYA KERJA TERHADAP BURNOUT MELALUI WORK LIFE BALANCE SEBAGAI VARIABEL INTERVENING: STUDI PADA TENAGA MEDIS DI RSUD TARAKAN JAKARTA PUSAT
Kata Kunci:
Gaya Kepemimpinan Transformasional, Budaya Kerja, Work Life Balance, BurnoutAbstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan budaya kerja terhadap burnout pada tenaga medis di Divisi Pelayanan Jantung Terpadu RSUD Tarakan Jakarta Pusat, dengan work-life balance sebagai variabel intervening. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross-sectional terhadap 67 responden (dokter dan perawat), data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda serta uji mediasi Sobel. Hasil menunjukkan bahwa: (1) gaya kepemimpinan transformasional dan budaya kerja masing-masing berpengaruh negatif signifikan terhadap burnout dan positif signifikan terhadap work-life balance; (2) work-life balance berpengaruh negatif signifikan terhadap burnout dan secara signifikan memediasi hubungan antara (a) gaya kepemimpinan transformasional → burnout dan (b) budaya kerja → burnout; (3) secara simultan, ketiga variabel mampu menjelaskan 78,1% variasi burnout (R² = 0,781). Temuan ini mendukung Job Demands–Resources Theory dan memberikan implikasi praktis bagi manajemen rumah sakit untuk merancang kebijakan SDM yang berbasis kesejahteraan psikologis.




