DAMPAK IMPLEMENTASI PSAK 71 TERHADAP CASH HOLDING DAN PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN SEKTOR MANUFAKTUR DI BEI (PERUSAHAAN SUBSEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2020-2024)
Kata Kunci:
Psak 71, Cash Holding, ProfitabilitasAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh implementasi PSAK 71 terhadap cash holding dan profitabilitas pada perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020–2024. Implementasi PSAK 71 yang mengatur instrumen keuangan, khususnya penerapan model kerugian kredit ekspektasian (Expected Credit Loss), dapat memengaruhi pengakuan dan pengukuran aset keuangan serta berdampak terhadap kondisi keuangan perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di BEI selama periode penelitian. Cash holding digunakan untuk menggambarkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kas dan setara kas, sedangkan profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Analisis dilakukan untuk mengetahui pengaruh implementasi PSAK 71 terhadap cash holding dan profitabilitas perusahaan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan bukti empiris mengenai dampak penerapan PSAK 71 terhadap pengelolaan kas dan kinerja keuangan perusahaan subsektor makanan dan minuman di Indonesia. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen, investor, dan pihak berkepentingan dalam memahami konsekuensi penerapan standar akuntansi keuangan terhadap kondisi keuangan perusahaan.




