PENGARUH KOMPETENSI PERANGKAT DESA, SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL DESA, DAN TRANSPARANSI TERHADAP AKUNTABILITAS PENGELOLAAN DANA DESA DI KECAMATAN GUNUNG MERIAH KABUPATEN ACEH SINGKIL

Penulis

  • Syahfira Nazwa Universitas Negeri Medan
  • Muhammad Ridha Habibi Z Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Kompetensi, Sistem Pengendalian Internal, Transparansi, Akuntabilitas, Dana Desa

Abstrak

Pengelolaan Dana Desa merupakan salah satu instrumen penting dalam pembangunan desa yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, pengelolaan Dana Desa di Kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil masih menghadapi berbagai masalah seperti penyalahgunaan anggaran, mark-up, serta pengadaan fiktif yang menimbulkan kerugian negara dan menurunkan kepercayaan publik. Fenomena ini diduga disebabkan oleh kurangnya kompetensi perangkat desa, lemahnya sistem pengendalian internal, dan minimnya transparansi dalam pelaksanaan pengelolaan Dana Desa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh ketiga faktor tersebut terhadap akuntabilitas pengelolaan Dana Desa. Populasi penelitian adalah seluruh perangkat desa di 21 desa dengan sampel 105 responden yang dipilih secara purposive sampling. Metode kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi perangkat desa dan sistem pengendalian internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan Dana Desa. Variabel transparansi juga memberikan pengaruh positif dan signifikan. Model regresi menjelaskan 64,6% variasi akuntabilitas. Dengan demikian, semua variabel yang diuji memiliki pengaruh signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan Dana Desa di Kecamatan Gunung Meriah.

Village Fund management is a crucial instrument for rural development aimed at improving community welfare. However, in Gunung Meriah District, Aceh Singkil, Village Fund management still faces issues such as budget misuse, markups, and fictitious procurement causing state losses and declining public trust. These problems are suspected to be caused by a lack of competence of village apparatus, weak internal control systems, and low transparency in fund management. Hence, this study aims to examine the influence of these three factors on the accountability of Village Fund management. The population consists of all village apparatus in 21 villages with a sample of 105 respondents selected using purposive sampling. A quantitative method employing multiple linear regression analysis was applied. The results indicate that competence and internal control systems positively and significantly influence accountability in Village Fund management. Transparency also shows a positive significant effect. The regression model explains 64.6% of the variance in accountability. Therefore, all tested variables significantly affect Village Fund management accountability in Gunung Meriah District.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30