MODEL DETERMINAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA BERDASARKAN KETERKAITAN GEOGRAFIS DI PROVINSI LAMPUNG
Kata Kunci:
Indeks Pembangunan Manusia, Ekonometrik Spasial, Spatial Durbin Model, Spillover EffectAbstrak
Meskipun tren Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Lampung meningkat, masih ada disparitas yang signifikan antarwilayah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis determinan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan menggabungkan elemen yang sering diabaikan tentang interaksi antarwilayah dalam model konvensional. Penelitian ini menggunakan ekonometrik spasial dengan data panel dari 15 Kabupaten/Kota di Provinsi Lampung dari tahun 2016 hingga 2024. Spatial Durbin Model (SDM) dengan spesifikasi Random Effect adalah model estimasi terbaik setelah serangkaian uji diagnostik dan seleksi model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap komponen yang membentuk IPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan IPM di wilayah itu sendiri secara langsung (direct effect). Meskipun demikian, analisis efek tularan (spillover effect) menunjukkan bahwa ada dinamika persaingan di setiap daerah. Variabel Harapan Lama Sekolah menunjukkan bahwa aspirasi pendidikan didistribusikan dengan baik. Sebaliknya, IPM wilayah tetangga dipengaruhi secara negatif oleh variabel rata-rata lama sekolah, umur harapan hidup, dan pengeluaran per kapita. Ini menunjukkan backwash effect, di mana sumber daya manusia dan ekonomi dari wilayah penyangga cenderung diambil oleh kemajuan di pusat pertumbuhan. Oleh karena itu, untuk mengurangi efek negatif dari persaingan antarwilayah, diperlukan strategi pembangunan yang berbasis kawasan terintegrasi.




