AKUNTANSI MUDHARABAH DALAM PSAK NO. 105: DARI PENGAKUAN TRANSAKSI HINGGA BAGI HASIL

Penulis

  • Nidatul Liry Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Nazel Farouq Ramadhan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Hilda Nurhayati Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Eneng Dewi Asyaroh Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Ratu Alifah Nur Shadrina Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten
  • Mukhlishotul Jannah Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Kata Kunci:

Mudharabah, Transparansi, Keadilan, PSAK 105, Perbankan Syariah

Abstrak

Kajian ini berangkat dari adanya perbedaan antara konsep mudharabah dalam literatur fikih klasik dan penerapannya di perbankan syariah masa kini, terutama terkait aspek keterbukaan, keadilan, serta kepatuhannya terhadap ketentuan PSAK 105. Mengacu pada rumusan masalah mengenai perbedaan konsep, implementasi prinsip transparansi dan keadilan, serta berbagai kendala dalam penerapan PSAK 105, penelitian ini diarahkan untuk memetakan isu-isu tersebut dan mencari faktor yang melatarbelakanginya. Metode yang digunakan ialah pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka yang menelaah karya fikih, standar akuntansi, hasil penelitian, dan dokumen resmi mengenai akuntansi mudharabah. Proses analisis dilakukan melalui content analysis untuk menilai bagaimana transaksi mudharabah diakui, diukur, disajikan, dan diungkapkan sesuai standar yang berlaku. Temuan penelitian menunjukkan bahwa gap antara teori klasik dan praktik modern masih cukup besar, penerapan nilai transparansi dan keadilan belum sepenuhnya konsisten, dan implementasi PSAK 105 masih terhambat oleh kekurangan data, ketidakteraturan pencatatan, perbedaan metode bagi hasil, serta rendahnya kompetensi teknis sumber daya manusia.

This study originates from the observable gap between the classical fiqh concept of mudharabah and its contemporary application in Islamic banking, particularly regarding transparency, fairness, and compliance with PSAK 105. Based on problem formulations concerning conceptual differences, the implementation of transparency and justice, and the challenges in applying PSAK 105, this research aims to map these issues and identify the factors contributing to them. The study employs a qualitative library-based approach that reviews classical fiqh literature, accounting standards, prior research, and official documents related to mudharabah accounting. Content analysis is used to examine how mudharabah transactions are recognized, measured, presented, and disclosed in accordance with existing standards. The findings indicate that a considerable gap remains between classical theory and modern practice, the principles of transparency and fairness are not yet applied consistently, and the implementation of PSAK 105 continues to face obstacles such as insufficient data, irregular reporting, variations in profit-sharing methods, and limited technical competence of human resources.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30