TETRAPARESE TIPE LOWER MOTOR NEURON AKIBAT PENYAKIT DEMIELINISASI PADA KEHAMILAN PRIMIGRAVIDA: SEBUAH KASUS LANGKA
Kata Kunci:
GBS, Primigravida, CIDPAbstrak
Pendahuluan: Istilah chronic inflammatory demyelinating polyradiculoneuropathy (CIDP) digunakan untuk pasien dengan gangguan sensorimotor simetris yang progresif secara kronis atau bersifat kambuh. Dalam banyak hal, CIDP dapat dianggap sebagai bentuk kronis dari acute inflammatory demyelinating polyradiculoneuropathy (AIDP), yang merupakan bentuk paling umum dari sindrom Guillain-Barré (GBS). Elektro Neuro-Miografi (ENMG) masih dianggap sebagai gold standard dalam diagnosis GBS. Kasus: Seorang wanita 28 tahun, gravida satu, mengeluhkan kelemahan anggota gerak sejak 5 bulan yang lalu disaat usia kehamilan 16 minggu. Kelemahan terutama pada kedua kaki yang bersifat progresif. Pasien saat ini hamil trimester ketiga. Riwayat sakit selama kehamilan disangkal. Tanda vital dalam batas normal. Pada pemeriksaan fisik ditemukan kekuatan otot kaki dan tangan turun menjadi 1/5 dan 4/5 secara berurutan berdasarkan skala MRC. Fungsi sensorik dalam batas normal. Pada USG fetomaternal tidak ditemukan adanya kelainan. Pasien lalu menjalani terminasi kehamilan secara operatif. Kesimpulan: Anamnesis berupa adanya riwayat infeksi, gejala klinis yang khas ditandai oleh ascending paralysis, serta pemeriksaan ENMG sebagai gold standard merupakan modalitas dalam diagnosis GBS. Sindroma ini dapat muncul pada setiap tahap kehamilan, walaupun jarang terjadi sehingga menjadikan kasus ini sebagai suatu laporan kasus yang langka. Diagnosis dini dan talalaksana yang tepat dapat membantu mengurangi perawatan intensif yang membutuhkan ventilasi sehingga dapat mecegah morbiditas dan mortalitas pada pasien.




