HUBUNGAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ABELI KOTA KENDARI TAHUN 2024
Kata Kunci:
Diare, Balita, Sanitasi Total Berbasis MasyarakatAbstrak
Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan di negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu upaya pemerintah dalam rangka penguatan budaya hidup bersih dan sehat, serta pencegahan penyakit berbasis lingkungan adalah program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Data diare pada balita di Puskesmas Abeli Pada tahun 2023 sebanyak 78 kasus dan pada bulan Januari-September tahun 2024 sebanyak 92 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah balita di wilayah kerja Puskesmas Abeli Kota Kendari sebanyak 1.927 balita dan sampel berjumlah 129 responden dengan teknik sampling menggunakan proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara menggunakan kuesioner dan selanjutnya dilakukan analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku buang air besar (ρ=0,039), cuci tangan pakai sabun (ρ=0,014), pengamanan sampah rumah tangga (ρ=0,024) serta pengamanan limbah cair rumah tangga (ρ=0,023) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Abeli Tahun 2024. Tidak ada hubungan pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga (ρ=0,875) dengan kejadian diare pada balita di wilayah kerja Puskesmas Abeli Tahun 2024. Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan antara perilaku buang air besar, cuci tangan pakai sabun, pengamanan sampah rumah tangga dan pengamanan limbah cair rumah tangga dengan kejadian diare pada balita dan tidak ada hubungan antara pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga dengan kejadian diare pada balita.
Diarrheal disease is still a health problem in developing countries, including Indonesia. One of the government's efforts to strengthen a clean and healthy lifestyle, as well as prevention of environmental-based diseases is the Community-Based Total Sanitation program. Data on diarrhea in toddlers at the Abeli Health Center in 2023 were 78 cases and in January-September 2024 there were 92 cases. This study aims to determine the relationship between Community-Based Total Sanitation (STBM) and the incidence of diarrhea in toddlers in the Abeli Health Center Work Area, Kendari City in 2024. This type of research is an observational analytical study with a cross-sectional approach. The population in this study was toddlers in the working area of the Abeli Health Center in Kendari City totaling 1.927 todldlers and the sample consisted of 129 respondents with a sampling technique using proportional random sampling. Data collection was carried out by observation and interviews using questionnaires and then univariate and bivariate analysis was carried out. The results of the study showed that there was a relationship between defecation behavior (ρ=0.039), washing hands with soap (ρ=0.014), securing household waste (ρ=0.024) and securing household liquid waste (ρ=0.023) with the incidence of diarrhea in toddlers in the Abeli Health Center work area in 2024. There was no relationship between household drinking water and food management (ρ=0.875) and the incidence of diarrhea in toddlers in the Abeli Health Center work area in 2024. The conclusion of this study is that there is a relationship between defecation behavior, washing hands with soap, securing household waste and securing household liquid waste with the incidence of diarrhea in toddlers and there is no relationship between household drinking water and food management with the incidence of diarrhea in toodlers.