PENGARUH PSIKOEDUKASI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN TUBERCULOSIS PARU DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS PALMATAK KABUPATEN ANAMBAS KEPULAUAN RIAU TAHUN 2023

Penulis

  • Winda Angesia STIKES Hangtuah Tanjungpinang
  • Safra Ria Kurniati STIKES Hangtuah Tanjungpinang
  • Zuraidah STIKES Hangtuah Tanjungpinang

Kata Kunci:

Psikoedukasi, Tingkat Kecemasan, TB Paru

Abstrak

Tuberkulosis (TB paru) merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia maupun di Indonesia. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri mycobacterium tuberculosis. Gejala utama adalah batuk selama 2 minggu atau lebih, batuk disertai dengan gejala tambahan yaitu sputum, bercampur darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan menurun, berat badan menurun, malaise, berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik dan demam lebih dari 1 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh psikoedukasi terhadap tingkat kecemasan pada pasien tuberkulosis paru di Wilayah Kerja Puskesmas Palmatak Kabupaten Anambas. Desain penelitian ini kuai eksperimental, jumlah sampel 27 responden dengan teknik random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data mengunggunakan uji wilcaxon dengan signifikan <0,05. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara psikoedukasi terhadap tingkat kecemasan pada pasien TB Paru di Puskesmas Palmatak Kabupaten Anambas Kabupaten Kepulauan Riau, yang ditunjukkan melalui hasil analisis uji wolcaxon dengan nilai p=0,000 untuk tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan psikoedukasi yang memberi pengaruh. Pembahasan bahwa psikoedukasi sangat berpengaruh terhadap tingkat kecemasan pasien TB Paru yaitu terdapat penurunan tingkat kecemasan antara sebelum dan sesudah dilakukan psikoedukasi.

Tuberculosis (pulmonary TB) is an infectious disease that is still a public health problem in the world and in Indonesia. This disease is caused by infection with the bacterium mycobacterium tuberculosis. The main symptoms are cough for 2 weeks or more, cough accompanied by additional symptoms, namely sputum mixed with blood, shortness of breath, weakness, decreased appetite, decreased body weight, malaise, night sweats without physical activity and fever for more than 1 month. This study aims to determine the effect of psychoeducation on anxiety levels in pulmonary tuberculosis patients in the Working Area of the Palmatak Health Center, Anambas Regency. The design of this research is kuai experimental, the number of samples is 27 respondents with random sampling technique. Data collection tool using a questionnaire. Data analysis used the Wilcaxon test with a significance <0.05. The results showed that there was a relationship between psychoeducation and anxiety levels in pulmonary TB patients at the Palmatak Health Center, Anambas Regency, Riau Islands Regency, which was shown through the results of the Wolcaxon test analysis with a p value = 0.000 for anxiety levels before and after psychoeducation had an effect. The discussion states that psychoeducation greatly influences the anxiety level of pulmonary TB patients, namely that there is a decrease in anxiety levels between before and after psychoeducation is carried out.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-22