HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG SWAMEDIKASI PENYAKIT MAG DI DESA GUNUNG TIGA KABUPATEN TANGGAMUS
Kata Kunci:
Mag, Perilaku, Swamedikasi, PengetahuanAbstrak
Masyarakat banyak melakukan swamedikasi atau pengobatan sendiri dan salah satunya pada penyakit mag. Swamedikasi memberikan solusi murah, cepat dan nyaman dalam mengatasi penyakit ringan jika dilakukan berdasarkan penggunaan obatan rasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat di Desa Gunung Tiga Kabupaten Tanggamus dan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku swamedikasi mag. Metode penelitian ini yaitu kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 98 responden. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan pada masyarakat di Desa Gunung Tiga Kabupaten Tanggamus diperoleh hasil kategori tinggi 70,1%, cukup 26,5% dan kurang 3%. Perilaku swamedikasi diperoleh hasil dengan kategori baik 74,5%, cukup 23,% dan kurang 2%. terdapat hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat terhadap swamedikasi penyakit mag di Desa Gunung Tiga Kabupaten Tanggamus dengan nilai p-value 0,003. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan tingkat pengetahuan dan perilaku masyarakat tehadap swamedikasi mag.
Many people do self-medication or self-medication and one of them is stomach ulcers. Self-medication provides a cheap, fast and comfortable solution for treating minor illnesses if carried out based on the rational use of medication. The aim of this research is to determine the level of knowledge and behavior of the community in Gunung Tiga Village, Tanggamus Regency and to determine the relationship between the level of knowledge and mag self-medication behavior. This research method is quantitative with a cross sectional research design with a sample size of 98 respondents. The instrument used in this research was a questionnaire. Based on the results of research on the level of knowledge among the community in Gunung Tiga Village, Tanggamus Regency, the results obtained were in the high category of 70.1%, sufficient 26.5% and less than 3%. Self-medication behavior obtained results in the good category 74.5%, sufficient 23% and less 2%. There is a relationship between the level of knowledge and community behavior towards self-medication for ulcer disease in Gunung Tiga Village, Tanggamus Regency with a p-value of 0.003. So it can be concluded that there is a relationship between the level of knowledge and people's behavior towards mag self-medication.




