EDUKASI PENCEGAHAN DAN PENANGAN HAMSTRING STRAIN PADA MINAT BAKAT DI BIDANG OLAHRAGA DI PONDOK PESANTREN BAHRUL MAGHFIROH

Penulis

  • Nur Azizah Farah Bella Universitas Muhammadiyah Malang
  • Lina Sriyatun Universitas Muhammadiyah Malang
  • Sri Sunaringsih Ika Universitas Muhammadiyah Malang

Kata Kunci:

Cidera, Hamstring Strain, Pencegahan, Penanganan

Abstrak

Cedera hamstring adalah masalah umum di antara para atlet, terutama mereka yang berada di level minat bakat atau profesional dalam bidang olahraga. atlet mungkin mengalami penurunan performa dalam waktu yang singkat. Ini bisa mempengaruhi evaluasi mereka dalam tim, peluang mendapatkan beasantri, atau perhatian dari pencari bakat. Cedera hamstring terjadi ketika otot-otot hamstring di bagian belakang paha mengalami kerusakan atau regangan. Otot hamstring terdiri dari tiga otot yang membentang dari tulang panggul hingga ke tulang belikat, memungkinkan gerakan seperti meluruskan kaki atau membungku. Penyuluhan ini dilakukan di Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh Malang dengan jumlah responden 42 santri. dari hasil evaluasi dari 42 santri minat olahraga diperoleh 34 orang terdapat adanya peningkatan pengetahuan tentang pencegahan dan penanganan Hamstring Strain dengan presentase 80%. Selain itu penyuluhan ini dapat menjadi evaluasi dan masukan bagi Pondok Pesantren dan santri untuk meningkatkan pengetahuan penanganan Hamstring Strain pada santri minat olah raga. Penyuluhan ini bermanfaat sebagai alat untuk meningkatkan pengetahuan santri.

Hamstring injuries are a common problem among athletes, especially those at the talent or professional level of interest in sports. Athletes may experience a decline in performance over a short period. This can affect their evaluation of the team, their chances of getting a job, or the attention of talent scouts. Hamstring injuries occur when the hamstring muscles in the back of the thigh are damaged or strained. The hamstring muscles consist of three muscles that stretch from the pelvic bone to the shoulder blade, allowing movements such as straightening the legs or bending over. This counselling was carried out at the Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School in Malang with 42 students as respondents. From the evaluation results of 42 students interested in sports, it was found that 32 people had increased knowledge about preventing and treating Hamstring Strains with a percentage of 80%. Apart from that, this counselling can be an evaluation and input for Islamic boarding schools and students to increase knowledge of handling Hamstring Strains among students interested in sports. This counselling is helpful as a tool to increase students' knowledge.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-22