HEALTHCARE POLICY AND LEADERSHIP: THE ROLE OF EXPERTS IN SHAPING NATIONAL AND GLOBAL PUBLIC HEALTH INITIATIVES : LITERATURE REVIEW

Penulis

  • Mega Assyfaa Fauzia Universitas Respati Indonesia
  • Ria Rosjayanti Universitas Respati Indonesia
  • Nugroho Dwi Atmojo Universitas Respati Indonesia
  • Tubagus Mumtaz Elfikri Universitas Respati Indonesia
  • Budi Hartono Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Kata Kunci:

Kebijakan Kesehatan, Kepemimpinan Kesehatan, Expert Leadership, Ahli Kesehatan, Evidence-Informed Policymaking, Implementasi Kebijakan, Kesehatan Masyarakat

Abstrak

Kebijakan kesehatan merupakan instrumen penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat karena menentukan arah pelayanan, pengalokasian sumber daya, pencegahan penyakit, dan strategi penanganan masalah kesehatan. Namun, keberhasilan kebijakan tidak hanya ditentukan oleh kualitas perumusan kebijakan, tetapi juga oleh kemampuan sistem dalam menerapkannya. Literatur menunjukkan bahwa permasalahan implementasi masih menjadi tantangan penting dalam reformasi kesehatan. Dalam systematic review mengenai kegagalan reformasi sistem kesehatan, masalah implementasi ditemukan pada 48% studi di negara maju dan 77% studi di negara berkembang, sedangkan konsekuensi merugikan akibat implementasi ditemukan pada 41% studi di negara maju dan 92% studi di negara berkembang. Data tersebut menunjukkan pentingnya kapasitas kepemimpinan dan keahlian dalam menjembatani bukti ilmiah dengan implementasi kebijakan. Artikel ini bertujuan menganalisis peran para ahli dan kepemimpinan kesehatan dalam membentuk kebijakan serta mengidentifikasi strategi peningkatan kepemimpinan yang expert dalam mendukung implementasi kebijakan kesehatan nasional dan global. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap publikasi ilmiah dan dokumen organisasi kesehatan internasional, terutama publikasi tahun 2023–2025. Literatur dianalisis secara naratif dengan mengidentifikasi tema mengenai peran ahli, evidence-informed policymaking, kepemimpinan kesehatan, implementasi kebijakan, kolaborasi multisektor, komunikasi bukti, dan knowledge translation. Hasil kajian menunjukkan bahwa para ahli berperan dalam mengidentifikasi masalah, menghasilkan dan menerjemahkan bukti, memberikan rekomendasi kebijakan, mendukung implementasi, melakukan evaluasi, dan membangun kapasitas institusi. Namun, pengaruh keahlian tidak berlangsung otomatis karena proses kebijakan dipengaruhi faktor politik, ekonomi, sosial, kelembagaan, sumber daya, dan kepentingan pemangku kepentingan. Kepemimpinan yang expert diperlukan untuk menghubungkan evidence, policy, governance, dan implementation. Strategi yang diperlukan meliputi penguatan kompetensi evidence-informed leadership, knowledge translation, komunikasi dan advokasi kebijakan, kolaborasi multisektor, penguatan kapasitas implementasi, monitoring dan evaluasi, serta penciptaan budaya organisasi yang mendukung penggunaan bukti. Dengan demikian, penguatan hubungan antara keahlian dan kepemimpinan menjadi faktor penting untuk menghasilkan kebijakan kesehatan yang efektif, efisien, adil, responsif, layak diterapkan, dan berkelanjutan.

Health policy is a crucial instrument for improving public health, as it dictates the direction of services, resource allocation, disease prevention, and strategies for addressing health issues. However, policy success depends not only on the quality of policy formulation but also on the system's capacity for implementation. Literature indicates that implementation challenges remain a significant hurdle in health reform. A systematic review of health system reform failures revealed implementation issues in 48% of studies from developed countries and 77% from developing countries, while adverse consequences resulting from implementation were observed in 41% of studies in developed nations and 92% in developing ones. These data underscore the importance of leadership capacity and expertise in bridging the gap between scientific evidence and policy implementation. This article aims to analyze the roles of experts and health leadership in shaping policy and to identify strategies for enhancing expert leadership to support the implementation of national and global health policies. The study employs a literature review of scientific publications and documents from international health organizations, focusing primarily on publications from 2023–2025. The literature was analyzed narratively by identifying themes such as the role of experts, evidence-informed policymaking, health leadership, policy implementation, multisectoral collaboration, evidence communication, and knowledge translation. The findings indicate that experts play a vital role in identifying problems, generating and translating evidence, providing policy recommendations, supporting implementation, conducting evaluations, and building institutional capacity. However, the influence of expertise is not automatic, as the policy process is shaped by political, economic, social, institutional, and resource-related factors, as well as stakeholder interests. Expert leadership is essential to link evidence, policy, governance, and implementation. Necessary strategies include strengthening competencies in evidence-informed leadership, knowledge translation, policy communication and advocacy, multisectoral collaboration, implementation capacity, and monitoring and evaluation, alongside fostering an organizational culture that supports the use of evidence. Thus, strengthening the link between expertise and leadership is a critical factor in producing health policies that are effective, efficient, equitable, responsive, feasible, and sustainable.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31