FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELAINAN REFRAKSI PADA MASYARAKAT DEWASA DI OPTIK TRENDI JAYA

Penulis

  • Febriansyah Politeknik Kesehatan Ummi Khasanah
  • Sutopo Politeknik Kesehatan Ummi Khasanah
  • Joko Sulistyo Politeknik Kesehatan Ummi Khasanah

Kata Kunci:

Kelainan Refraksi, Usia, Durasi Penggunaan Gadget, Dan Aktivitas Melihat Dekat, Riwayat Pemeriksaan Mata

Abstrak

Kelainan refraksi merupakan salah satu penyebab utama gangguan penglihatan yang dapat menurunkan kualitas hidup, produktivitas, dan aktivitas sehari-hari pada masyarakat dewasa. Peningkatan kejadian kelainan refraksi dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti bertambahnya usia, tingginya aktivitas melihat dekat, penggunaan perangkat digital dalam waktu lama, serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan mata dan menggunakan alat bantu penglihatan yang sesuai. Tujuan penelitian yaitu mengetahui menganalisa faktor-faktor yang berhubungan dengan kelainan refraksi pada masyarakat dewasa di Optik Trendi Jaya berdasarkan usia, jenis kelamin, durasi penggunaan gadget, aktivitas melihat dekat dan riwayat pemeriksaan mata. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat dewasa usia 18-60 tahun yang berada di Trendi Jaya. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 45 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kelainan refraksi miopia dan astigmatisma (p = 0,001 dan p=0,000). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kelainan refraksi (p >0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan gadget dengan kelainan refraksi miopia dan astigmatisma (p = 0,025) dan p=0,036). Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas melihat dekat dengan kelainan refraksi miopia (p = 0,015). Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat pemeriksaan mata dengan kelainan miopia (p = 0,024). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kelainan refraksi miopia yaitu usia, durasi penggunaan gadget, aktivitas melihat dekat dan riwayat pemeriksaan mata, namun diperlukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar, cakupan yang lebih luas, serta mengendalikan faktor-faktor perancu agar diperoleh hasil yang lebih komprehensif. 

Refractive errors are one of the main causes of visual impairment that can reduce the quality of life, productivity, and daily activities in adults. The increase in the incidence of refractive errors is influenced by various factors, such as increasing age, high near-sightedness activities, prolonged use of digital devices, and low public awareness to conduct eye examinations and use appropriate visual aids. The purpose of this study is to determine and analyze factors related to refractive errors in adults at Optik Trendi Jaya based on age, gender, duration of gadget use, near-sightedness activities and history of eye examinations. This type of research is quantitative analytic with a cross-sectional approach. The population in this study were adults aged 18-60 years who live in Trendi Jaya. Sampling was carried out using a sampling technique using purposive sampling of 45 people. Data collection used questionnaires and observation sheets. Data analysis used the chi-square test. The results of the analysis showed a significant relationship between age and refractive errors of myopia and astigmatism (p = 0.001 and p = 0.000). There was no significant relationship between gender and refractive disorders (p>0.05). There was a significant relationship between the duration of gadget use and myopia and astigmatism refractive disorders (p = 0.025) and p = 0.036). There was a significant relationship between near-vision activities and myopia refractive disorders (p = 0.015). There was a significant relationship between the history of eye examinations and myopia disorders (p = 0.024). Based on the results of the study, it can be concluded that the factors related to myopia refractive disorders are age, duration of gadget use, near-vision activities and history of eye examinations, but further research is needed with a larger sample size, wider coverage, and controlling for confounding factors to obtain more comprehensive results.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29