HUBUNGAN JARAK DAN DURASI PENGGUNAAN GADGET DENGAN TERJADINYA MIOPIA PADA SISWA SD NEGERI SERUT KUWARASAN KEBUMEN
Kata Kunci:
Gadget, Jarak Penggunaan, Durasi Penggunaan, Miopia, Siswa Sekolah DasarAbstrak
Penggunaan gadget dengan jarak yang terlalu dekat dan durasi yang lama diduga meningkatkan risiko miopia pada anak usia sekolah. Meningkatnya prevalensi miopia sejalan dengan tingginya penggunaan gadget menjadikan kondisi ini sebagai masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jarak dan durasi penggunaan gadget dengan terjadinya miopia pada siswa SD Negeri Serut Kuwarasan Kebumen. Mengetahui hubungan jarak dan durasi penggunaan gadget dengan terjadinya miopia pada siswa SD Negeri Serut Kuwarasan Kebumen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 81 siswa SD Negeri Serut Kuwarasan Kebumen yang dipilih sesuai kriteria penelitian. Data jarak dan durasi penggunaan gadget diperoleh melalui kuesioner, sedangkan data kejadian miopia diperoleh dari hasil pemeriksaan refraksi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan jarak penggunaan gadget kategori normal (>30 cm) (97,3%), jarak penggunaan gadget kategori baik (<2 jam) (63,6) dan tidak mengalami miopia (36,4%). Hasil uji chi square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara jarak penggunaan gadget dengan terjadinya miopia (p-value = 0,000) dan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan gadget dengan terjadinya miopia (p-value = 0,000). Terdapat hubungan yang signifikan antara jarak penggunaan gadget dan durasi penggunaan gadget dengan terjadinya miopia pada siswa SD Negeri Serut Kuwarasan Kebumen. Penggunaan gadget dengan jarak yang terlalu dekat dan durasi yang lebih lama berhubungan dengan meningkatnya kejadian miopia pada siswa.
Using gadgets at a very close range and for prolonged periods is suspected to increase the risk of myopia among school-aged children. The rising prevalence of myopia, coinciding with high levels of gadget usage, makes this condition a health issue requiring attention. Therefore, this study aimed to determine the relationship between gadget usage distance and duration and the occurrence of myopia among students at SD Negeri Serut Kuwarasan, Kebumen. This was a quantitative study with an observational analytic design using a cross-sectional approach. The study sample consisted of 81 students from SD Negeri Serut Kuwarasan, Kebumen, selected based on specific criteria. Data on gadget usage distance and duration were obtained via questionnaires, while data on the occurrence of myopia were derived from refraction examination results. Data analysis was performed using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents fell into the normal category for usage distance (>30 cm; 97.3%) and the good category of gadget-use duration (<2 hours) was 63.6%, while 36.4% of participants did not experience myopia. Chi-square test results indicated a significant relationship between gadget usage distance and the occurrence of myopia (p-value = 0.000), as well as a significant relationship between gadget usage duration and the occurrence of myopia (p-value = 0.000). There is a significant relationship between gadget usage distance and duration and the occurrence of myopia among students at SD Negeri Serut Kuwarasan, Kebumen. Gadget usage at a very close range and for longer durations is associated with an increased incidence of myopia among the students.




