HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT SUNDARI MEDAN

Penulis

  • Nurul Ainun Mardiah Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Zuhrina Aidha Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Kata Kunci:

PHBS, Preeklampsia, Ibu Hamil, Komplikasi

Abstrak

Preeklampsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu dan janin di Indonesia serta menjadi tantangan serius dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan ibu hamil. Metode yang digunakan adalah survei cross-sectional dengan instrumen kuesioner yang mencakup aspek pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta kepatuhan pemeriksaan kehamilan rutin. Hasil analisis menunjukkan hubungan signifikan antara pola makan sehat dengan kejadian preeklampsia (p value = 0,011), aktivitas fisik tidak memiliki hubungan dengan preeklampsia (p value = 0,538), kualitas tidur menunjukkan hubungan signifikan (p value = 0,000), dan pemeriksaan kehamilan rutin (ANC) juga memiliki hubungan signifikan (p=0,027), di mana ibu yang jarang melakukan pemeriksaan kehamilan lebih sering ditemukan kasus preeklampsia. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan edukasi PHBS yang komprehensif kepada ibu hamil guna menurunkan risiko preeklampsia dan meningkatkan derajat kesehatan ibu dan janin.

Preeclampsia is one of the leading causes of maternal and fetal mortality in Indonesia and poses a serious challenge in efforts to improve the health of pregnant women. The method used was a cross-sectional survey with a questionnaire covering aspects of diet, physical activity, sleep quality, and compliance with routine prenatal checkups. The analysis results showed a significant association between healthy dietary patterns and the occurrence of preeclampsia (p-value = 0.011), physical activity was not associated with preeclampsia (p-value = 0.538), sleep quality showed a significant association (p-value = 0.000), and routine prenatal care (ANC) also had a significant association (p = 0.027), where mothers who rarely underwent prenatal care were more frequently found to have preeclampsia. These findings emphasize the importance of strengthening comprehensive PHBS education for pregnant women to reduce the risk of preeclampsia and improve the health status of both the mother and the fetus.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30