ANALISIS IMPLEMENTASI PROGRAM PELAYANAN ANTENATAL CARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JOHAN PAHLAWAN KABUPATEN ACEH BARAT
Kata Kunci:
Antenatal Care, Implementasi, Puskesmas, AKI, Aceh BaratAbstrak
Program pemeriksaan kehamilan atau Antenatal Care (ANC) merupakan salah satu upaya penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Pelayanan ANC bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan janin secara berkala, sehingga risiko komplikasi kehamilan dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program ANC di Puskesmas Johan Pahlawan, yang merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di Kabupaten Aceh Barat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik deskriptif. Penelitian ini menganalisis tiga komponen utama, yaitu input (sumber daya manusia, dana, material, alat, dan metode), proses (pelaksanaan pelayanan ANC), dan output (cakupan kunjungan K1–K6). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jumlah kunjungan ibu hamil ke puskesmas cukup tinggi, cakupan ANC masih belum mencapai target nasional, yakni 95%. Faktor penghambat di antaranya kurangnya sumber daya manusia, keterbatasan fasilitas, serta pencatatan pelayanan yang belum optimal. Diperlukan peningkatan koordinasi, pelatihan tenaga kesehatan, dan pemantauan rutin agar kualitas pelayanan ANC lebih maksimal.Selain itu, integrasi nilai-nilai keislaman dalam pemahaman kehamilan dapat menjadi faktor pendukung penting dalam meningkatkan kesadaran dan kepatuhan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi penyempurnaan pelayanan ANC di tingkat puskesmas, khususnya di wilayah Aceh Barat.
The antenatal care (ANC) program is a crucial effort in reducing maternal and infant mortality rates. ANC services aim to regularly monitor the health condition of both the mother and fetus, enabling early detection and management of pregnancy complications. This study aims to analyze the implementation of the ANC program at Johan Pahlawan Community Health Center, one of the primary healthcare facilities in West Aceh Regency. The method used is a qualitative approach with a descriptive technique. This study analyzes three main components: input (human resources, funding, materials, equipment, and methods), process (ANC service implementation), and output (coverage of ANC visits from K1 to K6). The results show that although the number of pregnant women visiting the health center is relatively high, ANC coverage has not yet reached the national target of 95%. Inhibiting factors include a lack of human resources, limited facilities, and suboptimal service documentation. Improved coordination, healthcare worker training, and routine monitoring are needed to enhance the quality of ANC services. Additionally, the integration of Islamic values in understanding pregnancy can be an important supporting factor in increasing awareness and compliance among pregnant women to attend regular check-ups. This study is expected to provide input for the improvement of ANC services at the community health center level, particularly in the West Aceh region.




