FAKTOR RISIKO PEKERJA CLEANING SERVICE DALAM PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADAT TERHADAP KEPATUHAN PENGGUNAAN APD DI RSUD DR KUMPULAN PANE KOTA TEBING TINGGI

Penulis

  • Dinda Tiara Anisha Putri Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Syafran Arrazy Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Kata Kunci:

Pengetahuan, Sikap, Ketersediaan APD, Pengawasan, Limbah Medis Padat, Cleaning Service, Kepatuhan Penggunaan APD

Abstrak

Pontensi yang cukup besar mengalami risiko kecelakaan kerja atau gangguan kesehatan akibat kerja adalah pertugas kebersihan (Cleaning service) yang memiliki peran sangat netral di rumah sakit sebagai pembersih di lingkungan Rumah Sakit termasuk di dalamnya juga limbah medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko pekerja cleaning service dalam pengelolaan limbah medis padat terhadap kepatuhan penggunaan APD ditinjau dari segi pengetahuan, sikap, ketersediaan APD dan pengawasan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dalam bentuk survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh petugas cleaning service sebanyak 40 orang dan semua populasi dijadikan sampel penelitian. Instrument pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner. Kemudian dianalisa secara univariat, bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didapatkan p-value 0,000 untuk variabel pengetahuan, sikap dan ketersediaan APD. Sedangkan untuk pengawasan didapatkan  p-value 0,001. Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan pengetahuan, sikap, ketersediaan APD dan pengawasan pekerja cleaning service terhadap kepatuhan penggunaan APD. Disarankan pula kepada rumah sakit agar dapat terus melakukan pengawasan dan evaluasi rutin terhadap penggunaan APD oleh pekerja cleaning service. Evaluasi efektivitas penggunaan APD dan identifikasi area yang perlu ditingkatkan. Kemudian memberikan teguran atau sanksi jika pekerja cleaning service tidak menggunakan APD sesuai aturan atau SOP yang sudah ditetapkan. Selain itu perlu juga melakukan pemeliharaan APD seperti pemeriksaan rutin APD untuk memastikan tidak ada kerusakan atau keausan dari APD yang digunakan oleh petugas.

A significant potential risk of experiencing work accidents or health problems due to work is the cleaning service staff (Cleaning service) who have a very neutral role in the hospital as cleaners in the hospital environment including medical waste. This study aims to determine the risk factors of cleaning service workers in solid medical waste management towards compliance with the use of PPE in terms of knowledge, attitudes, availability of PPE and supervision. This study is a quantitative study in the form of an analytical survey with a cross-sectional approach. The population of this study was all 40 cleaning service officers and all populations were used as research samples. The data collection instrument used a questionnaire sheet. Then analyzed univariately, bivariate with chi-square test. The results showed that the p-value was 0.000 for the variables of knowledge, attitude and availability of PPE. While for supervision obtained a p-value of 0.001. The conclusion of this study is that there is a relationship between knowledge, attitudes, PPE availability, and supervision of cleaning service workers and compliance with PPE use. It is also recommended that hospitals continue to conduct regular monitoring and evaluation of PPE use by cleaning service workers. Evaluate the effectiveness of PPE use and identify areas for improvement. Reprimands or sanctions should be issued if cleaning service workers do not use PPE according to established regulations or SOPs. Furthermore, PPE maintenance, such as routine inspections of PPE to ensure there is no damage or wear to the PPE worn by staff, is also necessary.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30