GAMBARAN HEMODINAMIK PASCA INDUKSI PROPOFOL PADA PASIEN GENERAL ANESTESI DENGAN PEMBEDAHAN ORIF DI RSUD IBU FATMAWATI SOEKARNO KOTA SURAKARTA

Penulis

  • Alfius Zachary Politeknik Insan Husada Surakarta
  • Allen Prabaswara Politeknik Insan Husada Surakarta
  • Dian Klarista Politeknik Insan Husada Surakarta
  • Miskah Indah Khairunnisa Politeknik Insan Husada Surakarta
  • Syabrina Canthika Amanda Politeknik Insan Husada Surakarta
  • Maulina Galuh Politeknik Insan Husada Surakarta

Kata Kunci:

Propofol, Hemodinamik, Anestesi Umum, ORIF

Abstrak

Latar belakang: Propofol merupakan agen induksi anestesi umum yang sering digunakan karena onset cepat dan pemulihan yang baik. Namun, propofol memiliki efek samping berupa penurunan tekanan darah dan curah jantung akibat vasodilatasi dan penurunan tonus simpatis. Pemantauan hemodinamik pasca induksi sangat penting untuk mencegah komplikasi, terutama pada pasien yang menjalani pembedahan ortopedi seperti ORIF (Open Reduction Internal Fixation).  Tujuan: Mengetahui gambaran hemodinamik pasca induksi propofol pada pasien general anestesi dengan pembedahan ORIF di RSUD Ibu Fatmawati Soekarno Kota Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan prospektif. Sampel berjumlah 5 pasien usia 20–50 tahun dengan status ASA I–III yang menjalani pembedahan ORIF menggunakan propofol dosis 2 mg/kgBB sebagai agen induksi. Tekanan darah, frekuensi nadi, dan MAP dicatat sebelum induksi serta pada menit ke-1, 3, dan 5 setelah induksi. Hasil: Terjadi penurunan tekanan darah sistolik rata-rata 18%, diastolik 15%, dan MAP 17% pada menit ke-3 setelah induksi. Frekuensi nadi meningkat sedikit pada menit pertama kemudian kembali stabil. Kesimpulan: Propofol menyebabkan penurunan tekanan darah dan MAP pasca induksi, namun perubahan tersebut masih dalam batas toleransi klinis. Pemantauan ketat dan pemberian propofol secara bertahap dianjurkan untuk menjaga stabilitas hemodinamik.

Background: Propofol is a widely used general anesthetic induction agent due to its rapid onset and smooth recovery profile. However, it can cause hypotension and decreased cardiac output due to vasodilation and reduced sympathetic tone. Hemodynamic monitoring after induction is essential, particularly in orthopedic surgeries such as Open Reduction Internal Fixation (ORIF).  Objective: To describe the hemodynamic changes following propofol induction in general anesthesia patients undergoing ORIF surgery at RSUD Ibu Fatmawati Soekarno, Surakarta. Methods: This study employed a descriptive observational design with a prospective approach. Five patients aged 20–50 years with ASA status I–III undergoing ORIF surgery were included. Propofol was administered at a dose of 2 mg/kgBW. Blood pressure, heart rate, and mean arterial pressure (MAP) were measured before induction, and at 1, 3, and 5 minutes after induction. Results: There was an average decrease in systolic blood pressure by 18%, diastolic by 15%, and MAP by 17% at the third minute after induction. Heart rate slightly increased in the first minute and returned to baseline afterward.

Conclusion: Propofol induction causes a mild to moderate decrease in blood pressure and MAP but remains within clinically acceptable limits. Slow administration and close hemodynamic monitoring are recommended to maintain cardiovascular stability.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30