EKSPLORASI SENYAWA BIOKIMIA TANAMAN OBAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL SUKU ANAK DALAM DI AIR HITAM SAROLANGUN
Kata Kunci:
Eksplorasi Biokimia, Ekstraksi Metabolit Sekunder, Tanaman Obat Lokal, Suku Anak Dalam, Kearifan Lokal, Air Hitam SarolangunAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dan mengekstraksi senyawa metabolit sekunder dari berbagai tanaman yang dimanfaatkan oleh Suku Anak Dalam (SAD) di kawasan Air Hitam, Sarolangun, sebagai bagian dari kearifan lokal pengobatan tradisional. Sebanyak 16 tanaman lokal—meliputi daun keduduk, daun kopi robusta, daun kopi arabika, daun kopi excelsa, duku, langsat, durian, sungkai, semambu, kinci-kinci, ketepeng, ubi hitam, gedung, rebung, salam, dan mediran—diidentifikasi dan dianalisis kandungan bioaktifnya. Proses eksplorasi dilakukan menggunakan pendekatan etnobotani, dilanjutkan dengan ekstraksi senyawa metabolit sekunder melalui metode maserasi dan sokletasi sesuai karakteristik bahan. Hasil studi menunjukkan bahwa sebagian besar tanaman memiliki kandungan flavonoid, tanin, alkaloid, saponin, terpenoid, dan fenolik yang berpotensi sebagai antioksidan, antiinflamasi, antimikroba, serta kandidat fitofarmaka. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian pengetahuan tradisional SAD serta membuka peluang pengembangan bahan alam untuk riset farmasi berkelanjutan.
This study aims to explore and extract secondary metabolites from various plants traditionally utilized by the Suku Anak Dalam (SAD) community in the Air Hitam region of Sarolangun as part of their indigenous medicinal practices. Sixteen local plant species—including keduduk leaves, robusta coffee leaves, arabica coffee leaves, excelsa coffee leaves, duku, langsat, durian, sungkai, semambu, kinci-kinci, ketepeng, black yam, gedung, bamboo shoots, salam, and mediran—were identified and analyzed for their bioactive constituents. The exploration involved an ethnobotanical approach followed by secondary metabolite extraction using maceration and Soxhlet methods adjusted to plant characteristics. The results showed that most species contain flavonoids, tannins, alkaloids, saponins, terpenoids, and phenolics with potential antioxidant, anti-inflammatory, antimicrobial, and phytopharmaceutical activities. This study highlights the importance of preserving SAD traditional knowledge while offering prospects for sustainable natural product development in pharmaceutical research.




