POTENSI FARMASI TANAMAN LOKAL INDONESIA: TINJAUAN KANDUNGAN BIOAKTIF DAN MEKANISME BIOKIMIA FARMASI PADA SEPULUH BAHAN ALAM

Penulis

  • Dea Miranda Saputri Universitas Adiwangsa Jambi
  • Andini Universitas Adiwangsa Jambi
  • Arum Dwi Arimbi Universitas Adiwangsa Jambi
  • Mawar Indah Purnama Universitas Adiwangsa Jambi

Kata Kunci:

Tanaman Obat Lokal, Senyawa Bioaktif, Mekanisme Biokimia, Fitofarmaka

Abstrak

Kekayaan sumber daya hayati Indonesia menjadikan wilayah ini memiliki peluang besar dalam pengembangan obat berbasis bahan alam. Tanaman obat tradisional telah lama dimanfaatkan dalam sistem kesehatan masyarakat dan mengandung berbagai metabolit sekunder yang menunjukkan aktivitas farmakologis penting. Artikel ini bertujuan mengkaji secara sistematis kandungan senyawa bioaktif dan mekanisme biokimia farmasi dari sepuluh tanaman lokal Indonesia yang berpotensi sebagai agen terapeutik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui penelusuran artikel ilmiah nasional dan internasional, buku teks farmakognosi dan farmasi bahan alam, serta database ilmiah seperti PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect. Hasil kajian menunjukkan bahwa tanaman kunyit, jahe, temulawak, sambiloto, pegagan, daun sirih, meniran, brotowali, daun kelor, dan kulit manggis mengandung senyawa bioaktif utama seperti kurkuminoid, flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan xanthone yang bekerja melalui mekanisme biokimia spesifik, meliputi aktivitas antiinflamasi, antioksidan, antidiabetik, hepatoprotektor, antimikroba, antivirus, dan antikanker. Kesimpulan kajian ini menegaskan bahwa tanaman lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai fitofarmaka dan nutrasetikal berbasis bukti ilmiah melalui integrasi pengetahuan tradisional, riset biokimia, serta inovasi teknologi farmasi.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30