HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KEPATUHAN PENERAPAN PRAKTIK CUCI TANGAN FIVE MOMENTS PADA PERAWAT

Penulis

  • I Nyoman Pasek Paramarta STIKES Wira Medika Bali
  • Silvia Ni Nyoman Sintari STIKES Wira Medika Bali
  • Putu Gede Subhaktiyasa STIKES Wira Medika Bali

Kata Kunci:

Tingkat Pengetahuan, Kepatuhan Perawat, Cuci Tangan, Five Moments, Hais

Abstrak

Infeksi terkait pelayanan kesehatan (Healthcare Associated Infections/HAIs) masih menjadi permasalahan utama di rumah sakit karena berdampak pada peningkatan morbiditas, mortalitas, lama rawat inap, serta biaya perawatan. Salah satu upaya paling efektif dalam pencegahan HAIs adalah penerapan praktik cuci tangan Five Moments. Kepatuhan perawat dalam melaksanakan praktik tersebut diduga berkaitan dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap kepatuhan penerapan praktik cuci tangan Five Moments pada perawat di ruang rawat inap RSUD Karangasem. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Karangasem sebanyak 125 orang dengan teknik total sampling. Data tingkat pengetahuan dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan kepatuhan cuci tangan Five Moments diukur melalui lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat memiliki tingkat pengetahuan baik, yaitu sebanyak 108 orang (86,4%). Kepatuhan perawat dalam menerapkan praktik cuci tangan Five Moments juga berada pada kategori baik, yaitu sebanyak 102 orang (94,4%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan perawat dalam melakukan cuci tangan Five Moments di RSUD Karangasem (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan perawat dalam penerapan praktik cuci tangan Five Moments. Peningkatan pengetahuan perawat melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan serta mendukung upaya pencegahan HAIs di lingkungan rumah sakit.

Healthcare-Associated Infections (HAIs) remain a major problem in hospitals as they contribute to increased morbidity, mortality, length of hospital stay, and healthcare costs. One of the most effective measures to prevent HAIs is the implementation of the Five Moments of Hand Hygiene. Nurses’ compliance with this practice is assumed to be related to their level of knowledge. This study aimed to determine the relationship between nurses’ knowledge level and compliance with the implementation of the Five Moments of Hand Hygiene in the inpatient wards of Karangasem Regional General Hospital.This study employed a quantitative design with a cross-sectional approach. The population and sample consisted of all staff nurses working in the inpatient wards of Karangasem Regional General Hospital, totaling 125 respondents, using a total sampling technique. Data on knowledge level were collected using a questionnaire, while hand hygiene compliance was measured using an observation checklist. Data analysis was conducted using univariate and bivariate analyses with the Spearman Rank correlation test at a significance level of 0.05. The results showed that most nurses had a good level of knowledge, with 108 respondents (86.4%). Nurses’ compliance with the implementation of the Five Moments of Hand Hygiene was also predominantly in the good category, with 102 respondents (94.4%). Bivariate analysis revealed a significant relationship between nurses’ knowledge level and compliance with the Five Moments of Hand Hygiene at Karangasem Regional General Hospital (p < 0.05). It can be concluded that there is a significant relationship between nurses’ knowledge level and compliance with the implementation of the Five Moments of Hand Hygiene. Improving nurses’ knowledge through continuous education and training is expected to enhance compliance and support efforts to prevent HAIs in the hospital setting.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30