HUBUNGAN USIA KEHAMILAN, PARITAS, USIA IBU DAN MALPOSISI JANIN DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RSUD DR LOEKMONO HADI KUDUS

Penulis

  • Rolista Siska Ayu Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Noor Hidayah Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Yulisetyaningrum Universitas Muhammadiyah Kudus

Kata Kunci:

Ketuban Pecah Dini, Usia Kehamilan, Paritas

Abstrak

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat menyebabkan infeksi akibat masuknya bakteri ke rahim, meningkatkan risiko kematian, kelahiran prematur, morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Menurut World Health Organization (WHO), angka kejadian KPD di dunia mencapai 50-60%, dengan prevalensi yang signifikan antar negara. Di Indonesia, khususnya di Kabupaten Kudus, tercatat 741 kasus KPD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia kehamilan, paritas, usia ibu, dan malposisi janin dengan kejadian KPD di RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus tahun 2024. Metode yang digunakan desain case control retrospektif dengan pendekatan cross-sectional (perbandingan 1:1) terhadap 374 sampell, terdiri dari sampel kasus sebanyak 187 responden yang mengalami KPD (total sampling) dan sampel kontrol sebanyak 187 responden yang tidak mengalami KPD (random sampling), dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Instrumen penelitian menggunakan tabel ceklist. Hasil uji chi-square menunjukkan faktor yang berhubungan dengan KPD dalah usia kehamilan (p=0,019; OR=0,572) artinya ada hubungan usia kehamilan dengan kejadian KPD, paritas (p=0,000; OR=22,604) artinya ada hubungan paritas dengan KPD, usia ibu (p=0,000; OR=3,414) artinya ada hubungan usia ibu dengan KPD, dan malposisi janin tidak ada hubungan dengan KPD (p=0,725; OR=0,921). Hasil ini diharapkan menjadi acuan bagi tenaga kesehatan untuk deteksi dini, pencegahan KPD, dan peningkatan pelayanan antenatal yang komprehensif.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30