ANALISIS CAPAIAN PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) PADA HIPERTENSI DI PUSKESMAS TANJUNG MORAWA

Penulis

  • Dini Sintia Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan
  • Fitriani Pramita Gurning Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Kata Kunci:

Prolanis, Hipertensi, Implementasi, Capaian Program, Puskesmas

Abstrak

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis dengan prevalensi tinggi di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Morawa. Untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, BPJS Kesehatan menyelenggarakan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dengan target minimal 75% peserta aktif mengikuti kegiatan secara rutin. Namun, tingkat partisipasi peserta hipertensi di Puskesmas Tanjung Morawa masih rendah dan belum mencapai target yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis capaian Prolanis pada penderita hipertensi dengan menggunakan teori implementasi kebijakan Edward III, yang mencakup empat variabel utama: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Tujuan khusus penelitian meliputi identifikasi karakteristik peserta, evaluasi pelaksanaan kegiatan Prolanis, penilaian tingkat kepatuhan dan partisipasi, identifikasi hambatan pelaksanaan, serta penilaian efektivitas sistem pengingat (SMS Gateway). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi terhadap enam informan yang terdiri dari tenaga kesehatan dan peserta Prolanis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Prolanis belum optimal. Hanya sekitar 40,07% peserta yang aktif, dan partisipasi menurun drastis menjadi 3,63% pada awal tahun 2025. Hambatan utama meliputi keterbatasan komunikasi, rendahnya motivasi peserta lansia, fasilitas yang belum memadai, serta sistem SMS Gateway yang kurang efektif. Kesimpulannya, capaian Prolanis pada hipertensi di Puskesmas Tanjung Morawa belum memenuhi target nasional. Diperlukan perbaikan komunikasi melalui pendekatan langsung dan pemanfaatan kader kesehatan, pelengkapan sarana pendukung seperti alat senam dan ruang edukasi, serta strategi yang lebih berkelanjutan untuk meningkatkan partisipasi peserta.

Hypertension is one of the most prevalent chronic diseases in the working area of Puskesmas Tanjung Morawa. To improve patients' quality of life, BPJS Kesehatan has implemented the Chronic Disease Management Program (Prolanis), with a national target of at least 75% of registered participants actively engaging in program activities on a regular basis. However, participation among hypertensive patients at Puskesmas Tanjung Morawa remains low and has not reached the expected target. This study aims to analyze the achievement of Prolanis for hypertension patients using Edward III’s policy implementation theory, which includes four main variables: communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. The specific objectives of this study are to identify participant characteristics, evaluate the implementation of Prolanis activities, assess compliance and participation levels, identify internal and external barriers, and evaluate the effectiveness of the reminder system (SMS Gateway). This research used a qualitative method with a case study approach. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document reviews involving six informants, including health workers and Prolanis participants. The findings indicate that Prolanis implementation is still suboptimal. Only around 40.07% of participants were active, and participation dropped drastically to 3.63% in early 2025. Key barriers include poor communication, low motivation among elderly participants, inadequate facilities, and an ineffective SMS Gateway system. In conclusion, the achievement of the Prolanis program for hypertension at Puskesmas Tanjung Morawa has not yet met the national target. It is necessary to improve communication through direct approaches and the involvement of health cadres, provide supporting facilities such as exercise equipment and educational rooms, and implement more sustainable strategies to enhance participant engagement.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30