HUBUNGAN BERAT BADAN LAHIR DENGAN STATUS GIZI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SARANG 2 KABUPATEN REMBANG

Penulis

  • Faris Syifaul Umam Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Umi Faridah Universitas Muhammadiyah Kudus
  • Sri Karyati Universitas Muhammadiyah Kudus

Kata Kunci:

Berat Badan Lahir, Status Gizi, Balita

Abstrak

Masalah gizi pada balita masih menjadi isu penting di Indonesia, meliputi kondisi seperti stunting, wasting, dan overweight yang dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan. Salah satu faktor yang berpotensi memengaruhi status gizi balita adalah berat badan lahir (BBL). Bayi yang lahir dengan berat badan rendah (BBLR) sering kali menjadi indikator kurangnya asupan nutrisi selama masa kehamilan dan berisiko mengalami gangguan pertumbuhan maupun malnutrisi berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat badan lahir dengan status gizi balita di wilayah kerja Puskesmas Sarang 2, Kabupaten Rembang. Desain penelitian yang digunakan adalah case control, dengan populasi seluruh balita yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas Sarang 2 berdasarkan data bulan Desember 2024 yang berjumlah 1.699 balita. Dari populasi tersebut, diambil 90 balita sebagai sampel yang terdiri dari kelompok gizi kurang, gizi normal, dan obesitas sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan. Data penelitian dikumpulkan melalui pengukuran langsung berat badan dan tinggi badan menggunakan timbangan digital serta mikrotoise atau infantometer board, dan melalui wawancara dengan orang tua untuk mengetahui berat badan lahir anak. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan bivariat untuk mengidentifikasi hubungan antara berat badan lahir dan status gizi balita. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai faktor risiko status gizi pada balita serta menjadi bahan pertimbangan bagi tenaga kesehatan dalam upaya pencegahan gangguan gizi sejak masa kehamilan.

Nutritional problems in toddlers remain an important issue in Indonesia, including conditions such as stunting, wasting, and overweight, which can have long-term impacts on the quality of human resources in the future. One factor that potentially affects the nutritional status of toddlers is birth weight. Babies born with low birth weight (LBW) often serve as an indicator of inadequate nutrition during pregnancy and are at risk of experiencing growth disorders and ongoing malnutrition. This study aims to examine the relationship between birth weight and the nutritional status of toddlers in the working area of Sarang 2 Health Center, Rembang Regency. The research design used is a case-control study, with the population consisting of all toddlers registered in the working area of Sarang 2 Health Center based on data from December 2024, totaling 1,699 toddlers. From this population, 90 toddlers were selected as a sample, consisting of groups with undernutrition, normal nutrition, and obesity the predetermined inclusion and exclusion criteria. Research data were collected through direct measurements of body weight and height using a digital scale and a microtoise or infantometer board, and through interviews with parents to determine the child's birth weight. Data analysis was conducted univariately to describe the characteristics of the respondents and bivariately to identify the relationship between birth weight and nutritional status in toddlers. The results of this study are expected to provide a clearer picture of the risk factors for nutritional status in toddlers and serve as a consideration for healthcare professionals in efforts to prevent nutritional disorders starting from pregnancy.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30