KAJIAN SENYAWA BIOAKTIF DAN MEKANISME BIOKIMIA FARMASI TANAMAN PANGAN DAN LIAR INDONESIA SEBAGAI SUMBER BAHAN AKTIF FARMASI

Penulis

  • Lilik Hevinovisa Universitas Adiwangsa Jambi
  • Destianti Awaliyah Universitas Adiwangsa Jambi
  • Felisha Putri Maida Universitas Adiwangsa Jambi
  • Cantika Mentari Universitas Adiwangsa Jambi
  • Ardi Mustakim Universitas Adiwangsa Jambi

Kata Kunci:

Biokimia Farmasi, Metabolit Sekunder, Tanaman Lokal, Mekanisme Molekuler, Fitofarmaka

Abstrak

Biokimia farmasi adalah cabang ilmu yang mengkaji hubungan antara senyawa kimia dan sistem biologis pada level molekuler, meliputi pengaturan enzim, jalur metabolik, serta mekanisme sinyal sel yang berkontribusi pada kondisi fisiologis dan patologis. Indonesia memiliki tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dan merupakan sumber potensial bagi metabolit sekunder tanaman yang memiliki aktivitas biologis yang signifikan. Tanaman pangan dan liar tidak hanya berfungsi sebagai penyedia nutrisi, tetapi juga memiliki senyawa bioaktif seperti flavonoid, polifenol, alkaloid, terpenoid, saponin, dan karotenoid yang dapat mempengaruhi jalur biokimia di dalam tubuh. Senyawa-senyawa ini diketahui dapat membantu mengurangi stres oksidatif, menghambat enzim metabolik, serta memodulasi jalur inflamasi dan pengolahan glukosa. Artikel ini bertujuan untuk melakukan tinjauan mendalam tentang kandungan senyawa bioaktif, mekanisme biokimia farmasi, potensi farmasi, dan penyebaran geografis dari sebelas tanaman pangan dan liar di Indonesia, yang meliputi kundur, labu kuning, laksan, salak hutan, markisa hutan, mentimun, balewa, padi, jagung, ilalang, dan kantong semar. Metodologi penulisan dilakukan melalui tinjauan naratif terhadap jurnal nasional yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tanaman-tanaman tersebut memiliki potensi yang signifikan sebagai sumber bahan aktif untuk farmasi dan fitofarmaka yang berbasis biokimia, serta relevan untuk pengembangan obat herbal yang aman dengan dukungan bukti ilmia.

Pharmaceutical biochemistry is a branch of science that studies the relationship between chemical compounds and biological systems at the molecular level, including enzyme regulation, metabolic pathways, and cell signaling mechanisms that contribute to physiological and pathological conditions. Indonesia has a very high level of biodiversity and is a potential source of plant secondary metabolites that have significant biological activities. Food and wild plants not only function as nutritional providers, but also contain bioactive compounds such as flavonoids, polyphenols, alkaloids, terpenoids, saponins, and carotenoids that can affect biochemical pathways in the body. These compounds are known to help reduce oxidative stress, inhibit metabolic enzymes, and modulate inflammatory pathways and glucose processing. This article aims to conduct an in-depth review of the bioactive compound content, pharmaceutical biochemical mechanisms, pharmaceutical potential, and geographic distribution of eleven food and wild plants in Indonesia, which include gourd, yellow pumpkin, laksan, forest snake fruit, forest passion fruit, cucumber, balewa, rice, corn, cogongrass, and pitcher plant. The writing methodology was carried out through a narrative review of national journals published between 2020 and 2025. The research findings indicate that these plants have significant potential as sources of active ingredients for biochemical-based pharmaceuticals and phytopharmaceuticals, and are relevant for the development of safe herbal medicines supported by scientific evidence.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30