CERDAS: CEGAH STUNTING DENGAN ASUPAN GIZI SEIMBANG MELALUI ISI PIRINGKU DI DESA MEKARJAYA
Kata Kunci:
Stunting, Gizi Seimbang, Isi Piringku, Ibu BalitaAbstrak
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan anak, yang salah satunya dipengaruhi oleh pemenuhan asupan gizi seimbang. Upaya pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui edukasi kepada ibu balita sebagai pengasuh utama anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai pencegahan stunting melalui penerapan asupan gizi seimbang dengan konsep Isi Piringku. Kegiatan dilaksanakan di Desa Mekarjaya RW 06 dan RW 07, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, dengan sasaran ibu yang memiliki balita usia 0–59 bulan dan ibu nifas yang menyusui. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan melalui ceramah interaktif, diskusi, tanya jawab, demonstrasi Isi Piringku, serta media leaflet dan PowerPoint. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk melihat perubahan pengetahuan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita mengenai stunting dan penerapan gizi seimbang setelah diberikan penyuluhan. Diharapkan kegiatan ini dapat mendorong ibu balita untuk menerapkan pola makan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Stunting is a chronic nutritional problem that affects children’s physical growth and development, which is closely related to the fulfillment of balanced nutritional intake. Early prevention of stunting is essential and can be achieved through health education for mothers of under-five children as primary caregivers. This community service activity aimed to improve mothers’ knowledge regarding stunting prevention through the implementation of balanced nutrition using the Isi Piringku concept. The activity was conducted in Mekarjaya Village RW 06 and RW 07, Cikalongwetan District, West Bandung Regency, involving mothers of under- five children and breastfeeding postpartum mothers. The methods included health education through interactive lectures, discussions, question-and-answer sessions, demonstrations of the Isi Piringku concept, and the use of leaflets and PowerPoint media. Evaluation was carried out using pre-test and post-test assessments to measure changes in participants’ knowledge. The results indicated an improvement in mothers’ knowledge about stunting and balanced nutrition after the counseling session. This activity is expected to encourage mothers to apply balanced dietary practices in daily life as a sustainable effort to prevent stunting.




